Piala dunia

Eriksson Kewalahan Hentikan Fabiano

Kompas.com - 21/06/2010, 05:32 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Pelatih Pantai Gading Sven-Goran Eriksson mengakui timnya kesulitan membendung gerakan striker Brasil Luis Fabiano. Namun, ia kecewa karena gol Fabiano seharusnya tak disahkan.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Brasil tersebut, Fabiano mencetak dua gol pembuka untuk tim "Samba". Gol pertama Fabiano dicetak lewat tendangan keras dari sayap kanan. Gol kedua lahir dalam perebutan bola di depan gawang.

Sebelum gol kedua itu terjadi, Fabiano tampak menggunakan bahu tangannya untuk mengontrol jatuhnya bola. Begitu jatuh ke bawah, pemain Sevilla itu melepas tendangan kaki kiri ke dalam gawang.

"Sulit mengatasi Luis Fabiano dan semakin sulit jika dia diperbolehkan menggunakan tangannya. Tentu saja itu hand ball, tidak hanya sekali, tapi dua kali," kata Eriksson menyesali pelanggaran Fabiano tersebut. "Mereka mendapat satu gol cuma-cuma, dua gol (lain) yang mengubah segalanya."

Kekalahan ini membuat usaha Pantai Gading untuk lolos ke babak 16 besar semakin berat. Mereka harus menunggu hasil pertandingan antara Portugal dan Korea Utara yang akan berlangsung hari ini. Jika Portugal, Didier Drogba harus mengalahkan Korut di laga terakhir dan mengincar gol sebanyak-banyaknya serta mengharap Portugal kalah dari Brasil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau