JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Pelatih Pantai Gading Sven-Goran Eriksson mengakui timnya kesulitan membendung gerakan striker Brasil Luis Fabiano. Namun, ia kecewa karena gol Fabiano seharusnya tak disahkan.
Dalam laga yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Brasil tersebut, Fabiano mencetak dua gol pembuka untuk tim "Samba". Gol pertama Fabiano dicetak lewat tendangan keras dari sayap kanan. Gol kedua lahir dalam perebutan bola di depan gawang.
Sebelum gol kedua itu terjadi, Fabiano tampak menggunakan bahu tangannya untuk mengontrol jatuhnya bola. Begitu jatuh ke bawah, pemain Sevilla itu melepas tendangan kaki kiri ke dalam gawang.
"Sulit mengatasi Luis Fabiano dan semakin sulit jika dia diperbolehkan menggunakan tangannya. Tentu saja itu hand ball, tidak hanya sekali, tapi dua kali," kata Eriksson menyesali pelanggaran Fabiano tersebut. "Mereka mendapat satu gol cuma-cuma, dua gol (lain) yang mengubah segalanya."
Kekalahan ini membuat usaha Pantai Gading untuk lolos ke babak 16 besar semakin berat. Mereka harus menunggu hasil pertandingan antara Portugal dan Korea Utara yang akan berlangsung hari ini. Jika Portugal, Didier Drogba harus mengalahkan Korut di laga terakhir dan mengincar gol sebanyak-banyaknya serta mengharap Portugal kalah dari Brasil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang