JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jamsostek menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk mengambil alih 20 persen saham PT Bank Bukopin Tbk.
"Pengambilalihan saham Bukopin sedang dalam proses due diligence (uji tuntas)," kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga seusai penandatanganan nota kesepahaman kerja sama PT Bank Mandiri-PT Jamsostek dan PT Bank BTN-PT Jamsostek di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (21/6/2010).
Menurut Hotbonar, Jamsostek menunjuk Mandiri Sekuritas untuk mengambil alih saham Bukopin. Ia menjelaskan, uji tuntas meliputi kelayakan, valuasi harga, termasuk menilai kecukupan dana. "Uji tuntas dilakukan selama dua hingga tiga minggu dan diharapkan selesai pada Juli 2010," tegas Hotbonar.
Menurut Hotbonar, saham yang akan diambil alih adalah saham milik Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog (Yanatera Bulog). "Dengan pengambilalihan itu, saham yang akan terdilusi adalah Yanatera serta pemerintah," katanya.
Hotbonar mengutarakan, dengan memiliki saham di Bukopin, Jamsostek dapat memanfaatkan jaringan Bank Bukopin, di antaranya BPR Swamitra, untuk mendukung ekspansi perseroan. "Swamitra yang jadi binaan Bukopin cukup besar yang mencapai sekitar 560 kerja sama mitra," katanya.
Saat ini saham di Bukopin sebanyak 42,71 persen dimiliki Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo), Pemerintah Indonesia 17,32 persen, Yanatera Bulog 12,19 persen, Koperasi Perkayuan Apkindo 6,7 persen, dan publik 20,99 persen.
Selain mengincar Bukopin, Hotbonar juga mengisyaratkan, Jamsostek akan membeli saham milik Reasuransi Indonesia (Reindo). "Kami sudah siapkan dana sekitar Rp 300 miliar. Untuk keperluan ini, perseroan akan menggandeng Telkom dan PLN," katanya.
Hotbonar mengungkapkan, tujuan Jamsostek masuk ke sejumlah perusahaan bukan untuk menjadi pemegang saham mayoritas. "Kami hanya melakukan equity par participation agar sejalan dengan operasional Jamsostek, misalnya kerja sama dalam cash management, misalnya untuk pembayaran iuran, klaim, dan sebagainya," kata Hotbonar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang