Wonder Girls: Kami Hot Kan?

Kompas.com - 21/06/2010, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Tak melulu grup asal AS yang bisa merebut perhatian ketika menggelar konser di Jakarta. Buktinya, grup vokal asal Korea Selatan Wonder Girls mampu menyedot kira-kira 3.000 penonton, seperti Pussycat Dolls (PCD), yang juga pernah menghibur di Jakarta.

Bahkan, penyuka musik Wonder Girls rela mengantre di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Minggu (20/6/2010) sore untuk menyaksikan showcase Sun Ye alias Sun, Yu Bin, Ye Eun alias Yenny, So Hee, dan Hye Lim menyanyi dan menari seperti dalam klip video Wonder Girls, yang selama ini hanya mereka saksikan lewat YouTube. 

Tapi, sebelum lima perempuan dari Negeri Ginseng itu naik ke atas pentas, band SHE, yang digawangi Melly (vokal), Qoqo (gitar elektrik), Riry (gitar akustik), Arni (bas), Achi (biola), Yayo (keyboard), dan Adisty (drum), lebih dulu memanaskan suasana dengan "Jomblowati" dan "Apalah Arti Cinta". "Masih semangat teman-teman, mau digoyang lagi?" seru Melly. "Are you ready for disco?" sambung Melly sebelum "Jangan Salahkan Aku", "Adakadabra" dan "Slow Down Baby" meluncur. 

Usai SHE, masih ada vokalis pop Vidi Aldiano, yang tampil minus one menyuguhkan "Nuansa Bening", "Cemburu Menguras Hati" dan "Status Palsu", sebelum pada akhirnya para penyuka musik Wonder Girls dihidangkan beberapa klip video grup kesayangan mereka itu. 

Salah satu klip video yang ditayangkan adalah klip video baru "2-Different Tears", yang sedang gencar dipromosikan. Makanya, meskipun baru menonton klip video tersebut saja, para penonton sudah riuh rendah. Apalagi begitu Yenny cs naik ke panggung diiringi intro "2-Different Tears" dengan tata cahaya warna-warni yang mulai menyorot pada intro lagu. Para penonton pun bergoyang robotik ala Wonder Girls. 

Pada urutan kedua, Wonder Girls meneriakkan yel-yel yang diambil dari "Don't Cha", yang dipopulerkan oleh PCD. "Kalau kami menyebut, 'Kami memang hot bukan?' kalian sambut dengan ucapan, 'Yeah,' ya," pinta Sun sebelum akhirnya Wonder Girls menyanyikan lagu itu. 

Boleh jadi "Don't Cha" dibawakan oleh Wonder Girls untuk membakar semangat para penyuka musik Wonder Girls, sebelum "So Hot"--yang ditonton oleh tak kurang dari dua juta user YouTube dari seluruh dunia--diluncurkan. Histeria penonton pun tak bisa dielakkan lagi. 

"Hai, ini Yen senang bertemu kalian," sapa Yen. "Ini Lim, Senang bertemu kamu," lanjut Lim. "Ini adalah pertama kali Wonder Girls datang ke Jakarta, kami merasa terkejut," tambah Sun. "Kami gembira ke Jakarta," kata Sun lagi terbata-bata dalam bahasa Indonesia. 

Tidak sekadar menyapa para penggemarnya, grup Wonder Girls selanjutnya juga menyampaikan pesan cinta mereka sehubungan dengan kelezatan kuliner Tanah Air. "Rawon, tempe, kami senang makanan Jakarta. Kami tidak tahu harus ungkapkan apa lagi, tapi kami senang bisa terus keep in touch dengan kalian di Twitter. Apalagi kalian semua suka Twitter-an pakai Sonny Erickson kan?" ujar Yenny sebelum mereka meluncurkan This Time secara medley. 

Usai menghentak dengan tiga lagu, Wonder Girls "turun minum" sejenak. Pada jeda itu, dalam video yang ditayangkan beberapa vokalis Asia dan mancanegara, seperti Rain dan Demi Lovato, silih berganti memberi ucapan selamat atas dirilisnya album terbaru Wonder Girls, yang menjagokan "Nobody", sebelum akhirnya mereka benar-benar menghibur Jakarta dengan "Nobody". Kemudian, mereka menutup aksi mereka dengan "Tell Me". (FAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau