Obama-Netanyahu Akan Bicarakan Gaza

Kompas.com - 21/06/2010, 14:32 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - AS memuji pelonggaran blokade darat Israel terhadap Gaza dan mengatakan Presiden Barack Obama dan PM Israel Benjamin Netanyahu akan membicarakan langkah selanjutnya ketika mereka bertemu di Washington 6 Juli.

Gedung Putih menyambut baik keputusan baru Israel menyangkut blokadenya, yang mendapat kecaman keras internasional sejak serangan terhadap satu armada bantuan untuk Gaza yang dikuasai Hamas itu.

"Kami yakin pelaksanaan kebijakan yang diumumkan pemerintah Israel hari ini akan memperbaiki kehidupan penduduk Gaza," kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs.

Israel mengatakan pihaknya akan mulai mengizinkan semua barang kecuali senjata-senjata dan bahan yang dapat digunakan untuk membuatnya melewati daratannya menuju Jalur Gaza.

Tetapi Israel tidak menghentikan blokade lautnya ke Gaza, walaupun pihak internasional mendesak pencabutannya sejak tragedi kemanusiaan pada 31 Mei. Para pejabat Israel mengatakan pasukan bertindak untuk membela diri ketika diserang saat naik ke kapal itu.

Obama, dalam perundingan dengan pemimpin Palestina Mahmud Abbas 9 Juni, mengusulkan kerangka kerja konsep baru untuk menggantikan embargo Israel itu. Tetapi ia tidak akan ikut dalam kecaman luas internasional terhadap Israel, sekutu utama AS.

Netanyahu, yang menurut rencana semula akan bertemu dengan Obama 1 Juni tetapi membatalkan kunjungannya karena krisis menyangkut serangan terhadap armada kemanusiaan itu, akan bertmu Obama di Gedung Putih 6 Juli.

Gibbs mengatakan Amerika Serikat akan bekerja sama dengan semua pihak untuk "mencari jalan tambahan memperbaiki situasi di Gaza, termasuk kebebasan bergerak yang lebih luas dan perdagangan antara Gaza dan Tepi Barat.

"Masih ada lagi yang harus dilakukan, dan membicarakan kebijakan baru ini, dan langkah-langkah tambahan, dengan PM Netanyahu dalam kunjungannya ke Washington nanti," katanya.

Obama dan Netanyahu juga diperkirakan akan berusaha memperbaiki hubungan setelah terjadi ketegangan menyangkut pembangunan permukiman Yahudi di tanah yang diduduki.

Dalam pertemuan lain antara Obama dan satu sekutu pentingnya di Timur Tengah, Raja Abdullah dari Arab Saudi akan mengunjungi Washington pada 29 Juni untuk berunding, kata Gedung Putih.

Gibbs mengatakan Obama "akan membicarakan dengan Raja Abdullah mengenai peningkatan hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Arab Saudi serta sejumlah masalah kepentingan bersama menyangkut keamanan Teluk, perdamaian di Timur Tengah dan masalah-masalah global."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau