Jadi pengurus partai demokrat

Nurpati: Saya akan Minta Diberhentikan

Kompas.com - 21/06/2010, 14:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati mantap pada pilihannya masuk ke jajaran pengurus partai Demokrat. Atas langkah masuk politik praktis tersebut, Andi mengatakan akan segera meminta dirinya diberhentikan sebagai anggota KPU.

"Percayalah, saya tidak akan berpijak pada dua posisi. Karena itu saya akan usulkan pemberhentian diri saya sebagai anggota KPU, karena saya bisa tidak memenuhi syarat sebagai anggota KPU," kata Andi Nurpati saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Senin (21/6/2010).

Hal ini disampaikan terkait mekanisme bila seseorang tidak lagi sah menjabat di KPU karena alasan tertentu. Seperti diketahui, sejumlah pihak mendesak Andi Nurpati untuk segera mundur dari jabatannya di KPU karena masuk sebagai pengurus partai Demokrat.

Dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu memang tidak mengenal mekanisme pengunduran diri anggota KPU karena masuk dalam bidang politik praktis. Pengunduran diri hanya dapat dilakukan karena alasan kesehatan.

Karena itu, menurut Andi, dia masih menunggu surat keputusan pengangkatan dirinya dari DPP Demokrat. Surat ini, kata dia, akan dijadikan dasar untuk pengajuan pemberhentian diri sebagai anggota KPU.

"Seperti diatur dalam Undang-undang Nomor 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, mengatur bahwa anggota KPU tidak boleh menjadi anggota partai politik," katanya.

"Saya tidak ingin melanggar itu. Karena saya memahami maksud dari aturan dalam undang-undang. Karena itu saya akan usulkan pemberhentian saya dari KPU," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau