KABUL, KOMPAS.com - Dua puluh tersangka Taliban dibebaskan dari penjara Afghanistan sebagai bagian dari upaya untuk membujuk kelompok itu berdamai dengan pemerintah.
Seorang pejabat Afghanistan, kepada AFP, Senin (21/6), mengatakan para tahanan itu termasuk selusin pria yang ditahan militer AS di pangkalan udara Bagram, dua di tahanan polisi di Kabul dan enam lagi dari sebuah penjara kecil di bagian timur Provinsi Khost. "Mereka ditahan karena dicurigai terkait dengan kelompok oposisi bersenjata," kata Nasrullah Stanikzai, penasehat Presiden Hamid Karzai dan seorang anggota komite yang ditugaskan pemerintah untuk meninjau kasus para tahanan.
"Kami meninjau kasus mereka satu per satu. Tapi tidak ada cukup bukti untuk mereka," kata Stanikzai. Pembebasan itu terjadi setelah ratusan tetua suku, pemimpin agama dan tokoh-tokoh Afghanistan lainnya yang berkumpul dalam sebuah konferensi perdamaian di Kabul awal bulan ini yang bertujuan untuk mencari cara agar pemberontak meletakkan senjata.
Pertemuan perdamaian "jirga" itu meminta pemerintah dukungan AS untuk membebaskan petempur Taliban biasa demi mendapatkan kepercayaan dari para pemberontak. Karzai kemudian membentuk sebuah komisi dan memerintahkan komisi itu untuk memeriksa kembali dan membebaskan tahanan Taliban yang ditahan dengan bukti yang lemah.
Stankzai, salah satu dari lima anggota komite itu, mengatakan bahwa komisi telah menemukan 35 tahanan lain dengan kategori yang sama. "Mereka semua akan dibebaskan segera," katanya, seraya menambahkan, 19 dari mereka ditahan oleh militer AS dan sisanya oleh pemerintah Afghanistan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang