Moneter

BI: Penguatan Yuan Positif bagi Indonesia

Kompas.com - 21/06/2010, 19:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) menilai penguatan mata uang China (yuan) akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia, terutama di sektor perdagangan.

"Dengan apresiasi yuan yang lebih cepat dibanding rupiah itu tentu saja akan membuat barang China lebih mahal, sementara harga barang kita ke China lebih murah," kata Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter (DKM) Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Jakarta, Senin (21/6/2010).

Meski demikian, ekspor Indonesia ke negara "Tirai Bambu" itu lebih banyak berupa komoditas yang berbasis sumber daya alam sehingga pertumbuhannya akan tergantung pada permintaan pasar.

"Ekspor komoditas itu relatif tidak sensitif terhadap pergerakan nilai tukar, tapi lebih pada kekuatan demand di sana. Dengan ekonomi China yang tumbuh kuat, ekspor kita akan terus tumbuh," ujarnya.

Perry menjelaskan dari sisi finansial, dampak penguatan yuan tidak berdampak signifikan terhadap peta arus modal di negara emerging market termasuk Indonesia. "Apresiasi yuan tidak akan drastis, tapi masih dalam kisaran fleksibilitas yang teratur. Arus modal yang masuk ke Asia itu currency gain-nya tidak akan besar bedanya bagi Indonesia dengan rupiah yang stabil," jelasnya.

Ia memprediksi, dengan perubahan kebijakan ekonomi China yang mulai beralih dari pertumbuhan yang mengandalkan ekspor menjadi konsumsi domestik maka tendensi penguatan yuan akan terjadi.

Seperti diketahui, Amerika Serikat dan juga beberapa negara lain menginginkan adanya revaluasi yuan. Menteri Keuangan Amerika Serikat Timothy Geithner mengatakan pada pekan lalu bahwa penolakan China merevaluasi mata uangnya telah menghalangi reformasi ekonomi global.

China menerapkan rezim nilai tukar mengambang terbatas mulai pertengahan 2005 dan dibekukan pada Juli 2008 pada posisi 6,83 yuan per dollar AS.

Tekanan internasional terhadap China semakin menguat dengan rencana dibahasnya kebijakan mata uang kontroversial China yang akan dibicarakan pada pertemuan puncak negara anggota Kelompok 20 (G-20) di Toronto pada 26-27 Juni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau