NELSPRUIT, KOMPAS.com — Hasil imbang yang kembali diraih juara bertahan Italia saat lawan Selandia Baru, Minggu (20/6/2010), membuat langkah Italia untuk lolos ke babak kedua sedikit terhambat. "Gli Azzurri" terpaksa menunggu hasil pertandingan terakhir kontra Slowakia untuk memastikan peluang mereka tetap ada.
Menanggapi hasil pertandingan, yang dinilai sebagai salah satu penampilan terburuk Italia, gelandang tim nasional Italia Claudio Marchisio menyebut pelatih Marcello Lippi sebagai pihak yang wajib bertanggung jawab penuh terhadap hal itu. Marchisio menyebut eksperimen taktik Lippi telah menyulitkan pemain-pemain "La Nazionale" di atas lapangan.
"Pada Piala Dunia banyak pemain yang bermain tidak pada posisi mereka biasanya. Ini semua karena pelatih senang sekali melakukan eksperimen," sindir pemain Juventus itu.
"Melakukan perubahan sebanyak itu telah memacu kami untuk melakukan kesalahan sekaligus menciptakan kebingungan di antara kami. Namun, pelatih punya hak untuk bereksperimen guna membawa kami lebih baik dalam situasi sulit ini," tambah Marchisio seperti dikutip dari soccernet.
Lippi memulai laga Italia dengan menggunakan formasi 4-2-3-1. Namun, ketidaktajaman barisan depan Italia untuk mencetak gol memaksa mantan pelatih Juventus itu untuk mengubah formasi menjadi 4-4-2 untuk menambah daya gedor.
Perubahan formasi ini sebetulnya membuat penampilan Italia mengalami sedikit kemajuan. Dibanding saat melawan Paraguay, Italia terlihat lebih sering melepas tendangan ke gawang musuh. Namun, hasil imbang 1-1 yang diraih dari lawan sekelas Selandia Baru memang merupakan kekecewaan besar.
"Kami sedikit terpuruk karena kami pikir kami bisa lolos dari penyisihan grup yang lebih mudah dari ini," cetus Marchisio.
"Jelas sangat salah menaruh banyak pemain dengan umpan-umpan silang saat menghadapi Selandia Baru yang amat tangguh kala berduel di udara," lanjutnya.
Hingga pertandingan kedua penyisihan Grup F kemarin, Italia masih belum diperkuat playmaker Andrea Pirlo. Pemain yang tengah menjalani masa pemulihan akibat cedera betis ini diharapkan bisa tampil saat Italia memainkan partai terakhir sekaligus penentuan mereka kontra Slowakia, Kamis (24/6/2010).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang