JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyambut baik langkah pemerintah China dalam membuat mata uangnya, Yuan, menjadi lebih fleksibel. Dampaknya akan positif untuk nilai ekspor dan impor Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam forum ekonomi Ernst and Young di Graha Niaga, Senin (21/6/2010).
Dari sisi ekspor, Mari melihat langkah ini akan membantu segi ekspor dalam kondisi nilai tukar rupiah yang floating dalam dua tahun terakhir, sementara Yuan dalam posisi fixed. "Sampai 2008 terjadi adjusment yang baik antar nilai tukar di kawasan ini. Sekarang kita melihat ini perkembangan yang positif," tuturnya.
Sementara itu, dalam kondisi ini, Mari mengatakan impor akan mengalami penyesuaian untuk mencapai posisi dimana ekspor lebih mahal dan impor akan menjadi lebih murah. "Mungkin penyesuaiannya tak mendadak dan pasti gradual. Kita melihat akan ada suatu proses dimana adjustmentnya dan untuk menyesuaikan kepada ekuilibrium yang tepat akan lebih baik," tambahnya.
Begitu pula dari segi daya saing nilai tukar rupiah, lanjutnya, dimana rupiah akan melakukan penyesuaian. Menurut Mari, penyesuaian juga akan lebih menguntungkan rupiah dan akan menguntungkan sektor perdagangan Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang