Mata uang yuan

Mendag Sambut Baik Langkah China

Kompas.com - 21/06/2010, 20:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyambut baik langkah pemerintah China dalam membuat mata uangnya, Yuan, menjadi lebih fleksibel. Dampaknya akan positif untuk nilai ekspor dan impor Indonesia.

Hal ini disampaikannya dalam forum ekonomi Ernst and Young di Graha Niaga, Senin (21/6/2010).

Dari sisi ekspor, Mari melihat langkah ini akan membantu segi ekspor dalam kondisi nilai tukar rupiah yang floating dalam dua tahun terakhir, sementara Yuan dalam posisi fixed. "Sampai 2008 terjadi adjusment yang baik antar nilai tukar di kawasan ini. Sekarang kita melihat ini perkembangan yang positif," tuturnya.

Sementara itu, dalam kondisi ini, Mari mengatakan impor akan mengalami penyesuaian untuk mencapai posisi dimana ekspor lebih mahal dan impor akan menjadi lebih murah. "Mungkin penyesuaiannya tak mendadak dan pasti gradual. Kita melihat akan ada suatu proses dimana adjustmentnya dan untuk menyesuaikan kepada ekuilibrium yang tepat akan lebih baik," tambahnya.

Begitu pula dari segi daya saing nilai tukar rupiah, lanjutnya, dimana rupiah akan melakukan penyesuaian. Menurut Mari, penyesuaian juga akan lebih menguntungkan rupiah dan akan menguntungkan sektor perdagangan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau