Piala dunia 2010

Nigeria Bantah Kaita Akan Dibunuh

Kompas.com - 22/06/2010, 02:41 WIB

DURBAN, Kompas.com - Nigeria akhirnya mengeluarkan bantahan tentang ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada gelandang timnya, Sani Kaita. Menurut mereka, ketakutan itu muncul hanya karena akibat dari kesalahpahaman tentang penggunaan bahasa di Afrika Barat.

Sebelumnya, Kaita dinyatakan mendapat ancaman pembunuhan, menyusul kartu merah yang diterimanya ketika Nigeria melawan Yunani. Akibat tindakannya yang menendang pemain Yunani sehingga dia dikartumerah, "Super Eagles" akhirnya kalah 1-2 dan hampir pasti tersingkir dari Piala Dunia 2010.

Pada hari Minggu (20/6/10), jurubicara tim Peterside Idah mengatakan, pemain tersebut telah menerima "lebih dari 1.000 ancaman melalui emailnya dari dalam Nigeria" dan tim "menganggapnya hal tersebut sangat serius."

"Tak ada apa-apa, tak ada ancaman terhadap hidup Kaita," demikian pernyataan Idah dalam sebuah wawancara, Senin (21/6/10).

"Semuanya hanya rumor dan teman-temannya mengatakan tentang hal itu. Tak ada hal yang membuat kami mulai panik.

"Dalam bahasa kami, jika kamu mengatakan 'saya akan membunuh kamu', itu berarti kami tidak senang dengan kamu. Jika seorang Jerman mendengar 'Saya akan membunuh kamu', itu berarti kamu akan meninggal pekan depan. Kami benar-benar harus menyelesaikan persoalan ini."

Gelandang Dickson Etuhu mengatakan, meskipun para pemain bersimpati kepada Kaita, tetapi mereka tetap tidak ingin ancaman itu ada, baik yang benar atau pun cuma rumor. Sebab, hal itu akan berimbas kepada persiapan tim menghadapi Korea Selatan, Selasa (23/6/10), dalam laga pamungkas penyisihan Grup B.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau