DURBAN, Kompas.com - Nigeria akhirnya mengeluarkan bantahan tentang ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada gelandang timnya, Sani Kaita. Menurut mereka, ketakutan itu muncul hanya karena akibat dari kesalahpahaman tentang penggunaan bahasa di Afrika Barat.
Sebelumnya, Kaita dinyatakan mendapat ancaman pembunuhan, menyusul kartu merah yang diterimanya ketika Nigeria melawan Yunani. Akibat tindakannya yang menendang pemain Yunani sehingga dia dikartumerah, "Super Eagles" akhirnya kalah 1-2 dan hampir pasti tersingkir dari Piala Dunia 2010.
Pada hari Minggu (20/6/10), jurubicara tim Peterside Idah mengatakan, pemain tersebut telah menerima "lebih dari 1.000 ancaman melalui emailnya dari dalam Nigeria" dan tim "menganggapnya hal tersebut sangat serius."
"Tak ada apa-apa, tak ada ancaman terhadap hidup Kaita," demikian pernyataan Idah dalam sebuah wawancara, Senin (21/6/10).
"Semuanya hanya rumor dan teman-temannya mengatakan tentang hal itu. Tak ada hal yang membuat kami mulai panik.
"Dalam bahasa kami, jika kamu mengatakan 'saya akan membunuh kamu', itu berarti kami tidak senang dengan kamu. Jika seorang Jerman mendengar 'Saya akan membunuh kamu', itu berarti kamu akan meninggal pekan depan. Kami benar-benar harus menyelesaikan persoalan ini."
Gelandang Dickson Etuhu mengatakan, meskipun para pemain bersimpati kepada Kaita, tetapi mereka tetap tidak ingin ancaman itu ada, baik yang benar atau pun cuma rumor. Sebab, hal itu akan berimbas kepada persiapan tim menghadapi Korea Selatan, Selasa (23/6/10), dalam laga pamungkas penyisihan Grup B.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang