Menko perekonomian:

KEK Harus Berbasis Komoditas Unggulan

Kompas.com - 22/06/2010, 10:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memprioritaskan pembangunan lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru hingga 2014. Pembahasannya mengerucut pada usulan bahwa KEK harus ditumbuhkan dengan basis komoditas unggulan.

"Berbasis produk unggulan. Kalau kluster sawit, ya sawit rumpunnya," tutur Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Selasa (22/6/2010).

Hatta mengatakan penyebaran lima KEK merata di bagian barat, tengah dan timur Indonesia. Evaluasi akan dilakukan di awal untuk menentukan komoditas unggulan di wilayah yang akan ditetapkan sebagai KEK.

Pada dasarnya, lanjut Hatta, semua wilayah memiliki potensi unggulan, misalnya Jawa yang berbasis manufaktur, Sumatera berbasis minyak bumi dan mineral, atau kawasan timur yang berbasis energi dan pertanian.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad juga mendorong hal yang serupa. Menurutnya, daerah akan mudah maju jika pemerintah pusat terlebih dahulu memahami produk unggulan di masing-masing wilayah saat ingin menetapkannya sebagai KEK.

"Saya pengalaman delapan tahun jadi gubernur, kita gubernur kita ketawain mereka di pusat karena enggak ada komoditasnya, ya enggak bisa berkembang. Jadi sekarang KEK apa komoditasnya? Oke kita jadi bisa kembangkan KEKnya," ungkapnya.

Karena kesalahan perencanaan di awal ini, Fadel mengungkapkan ada beberapa daerah yang diprogramkan dalam Kawasan Pembangunan Ekonomi Terpadu (KAPET) terkesan setengah jadi. Mati tak mau, maju juga tidak. "Enggak boleh mengembangkan daerah tanpa ada penghelanya. Coba lihat beberapa KAPET sekarang. Mati tak mau, jalan pun sulit. Tak ada komoditasnya supaya cepat tumbuh," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau