JAKARTA, KOMPAS.com — Perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan telah menyihir manusia di jagat raya. Tak pandang derajat, golongan, atau jabatan, siapa pun pasti tidak melewatkan setiap pertandingan, termasuk para direksi perusahaan otomotif nasional. Mereka bela-belain begadang menonton pertandingan meski pagi sampai sore sudah disibukkan dengan rutinitas.
"Saya dukung tim Italia. Sekalipun 'Gli Azzurri' bertanding pukul 01.00 (WIB), pasti saya nonton. Bela-belain, deh," ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, menjawab Kompas.com, baru-baru ini.
Alasan Amelia menonton bola cukup unik. Selain karena pemain Italia yang dianggapnya berwajah ganteng, ia menonton karena tak ingin ketinggalan mengikuti topik pembicaraan. "Dunia saya kan dikelilingi pria dan mereka pasti gemar bola. Untuk itu saya usahakan nonton supaya nyambung kalau diajak ngobrol," paparnya.
Senada dengan Amelia, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan juga tak mau ketinggalan mengikuti pertandingan tim favoritnya. Dalam piala dunia kali ini, Johnny memprediksi tiga tim akan berpotensi besar menuju final, yakni Brasil, Argentina, dan Belanda.
"Tiga tim ini berpotensi, tapi saya paling suka Brasil. Kalau bela-belain nonton paling weekend aja, kalau hari kerja biasanya sudah tidur duluan," ujar Johnny.
Meski rela begadang menonton pertandingan dini hari, baik Johnny maupun Amelia merasa hal itu tak mengganggu rutinitas pekerjaannya. "Kita tetap harus profesional dalam bekerja dan tak boleh terpengaruh apa pun," ungkap Johnny.
Cinta Jerman Sementara itu, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMII) Jongkie D Sugiarto mengaku akan selalu mendukung Jerman dalam setiap kompetisi. Padahal, dia sekarang memasarkan produk Korea Selatan.
Tim nasional Jerman, menurut Jongkie, selalu menjadi spesial karena selama lima tahun (1968-1972) ia mengemban pendidikan di negara "Tim Panser" itu. Setiap akhir pekan, pada waktu petang, Jongkie bersama teman-temannya selalu menyaksikan tim Bayern Munchen dan TSV 1860 Munchen yang menjadi idola di kota tersebut.
"Pasti Jerman-lah. Karena saya pernah di sana, jadi banyak memorinya. Di samping timnas (tim nasional) Indonesia tentunya," aku Jongkie. Menurut dia, kalau dulu adalah zaman Franz Beckenbauer, sekarang ini Klose, Podolski, dan Ballack. "Saya tahu, tahun ini kalau ada Jerman biasanya saya nonton," tambah Jongkie.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang