Semua Feri Dilarang Melaut

Kompas.com - 22/06/2010, 12:53 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tiga hari terakhir ini mengakibatkan semua kapal motor penyeberangan feri yang menghubungkan pulau-pulau tidak beroperasi.       "Kami memiliki lima kapal feri. Semuanya dilarang beroperasi pada semua lintasan, termasuk lintasan pendek Kupang-Rote dengan waktu tempuh 2-3 jam, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Manajer Operasional PT (Persero) Ferry Indonesia Cabang Kupang Arnoldus Yansen di Kupang, Selasa (22/6/2010).       Perintah penghentian pelayaran pada semua lintasan ini menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tidak nyaman untuk pelayaran karena cuaca sangat buruk.       Dia mengatakan belum bisa mengeluarkan jadwal pelayaran kepada para pengguna jasa angkutan penyeberangan feri karena keadaan cuaca di wilayah perairan masih sulit diprediksi.       Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang Agus Tjatur yang dihubungi secara terpisah mengatakan, dalam beberapa hari belakangan ini ada kecenderungan gelombang laut meningkat di wilayah perairan NTT. Hal itu terjadi karena pengaruh tekanan angin timur dari arah Benua Asia dan Australia.       Berdasarkan hasil foto citra satelit, embusan angin timur dari arah Benua Asia dan Australia ke wilayah dataran rendah NTT menurutnya ada pada kisaran antara 15 dan 45 km/jam. Hal tersebut memicu gelombang besar di wilayah perairan NTT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau