Hut ke-483 kota jakarta

Foke: Semua Orang Ngomel Macet, Macet!

Kompas.com - 22/06/2010, 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemacetan di Jakarta terus menggila. Hal ini juga menjadi salah satu keluhan terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pada peringatan HUT ke-483 kota Jakarta, Gubernur Fauzi Bowo mengatakan, salah satu solusi yang bisa mengatasi kemacetan adalah berpindahnya pengguna kendaraan pribadi ke moda transportasi umum.

"Semua orang ngomel, macet, macet. Tapi coba introspeksi, macet itu karena apa? Karena semua orang menggunakan kendaraan pribadi," katanya di Jakarta, Selasa (22/6/2010).

Karena itu, pemerintah mengupayakan pengadaan transportasi umum yang aman, murah, dan nyaman. Yang sudah berjalan adalah busway atau bus transjakarta.

"Busway pun masih banyak keluhan. Kami perbaiki terus. Misalnya, busway kan punya lajur sendiri. Kami berupaya agar sesuai standar pelayanan minimum. Paling tidak dari sisi waktu," ujar Fauzi Bowo.

Selain itu, pemerintah juga akan meminta pengelola busway untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

"Sebagai wanita, pasti tidak mau ditowel-towel ketika mengantre. Ini juga nanti masuk standar pelayanan minimum," ujar dia.

Dari sisi jumlah kendaraan, pemerintah juga akan menambah jumlah armada, terutama pada jam aktivitas puncak. "Untuk peningkatan semua layanan ini, saya butuh waktu satu tahun," ujar Foke.

Dua tahun mendatang, dia menargetkan jumlah koridor busway akan meningkat. Dari 10 koridor saat ini, akan menjadi 15 koridor pada tahun 2012. Dengan peningkatan jumlah koridor, pengguna kendaraan pribadi diharapkan beralih ke transportasi umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau