Ariel Surrenders over Web Sex Clips

Kompas.com - 22/06/2010, 15:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - An Indonesian rock star surrendered to police Tuesday over two homemade sex videos of himself with his celebrity girlfriends that appeared on the Internet, police said. Singer Nazril Ariel has been at the centre of the “Peterporn” scandal, named after his band Peterpan, since the grainy videos went viral on Indonesian social networking sites earlier this month.

“Ariel surrendered today at 3:00 am (2000 GMT Monday) after police named him a suspect for breaching the anti-pornography law. If he hadn’t surrendered we would have arrested him,” police deputy spokesman Zainuri Lubis said.

“Under Indonesian law, police have authority to detain him for 24 hours. We will decide later whether to detain him any longer.” The mainly Muslim country’s first celebrity sex video scandal has underscored the widening gulf between traditional values and modern, Internet-driven youth culture in the Southeast Asian archipelago.

President Susilo Bambang Yudhoyono has cited the videos in voicing his support for tougher controls on the Internet, such as a filter system proposed by the conservative communications minister.

“We have increasingly realised that our nation should not stay naked and be crushed by the information technology frenzy, because there will be many victims,” he told reporters last week.

The videos were apparently filmed by Ariel and show him having sex with his current girlfriend Luna Maya and his ex-girlfriend Cut Tari on separate occasions. Both women were prominent television personalities but their careers have imploded since the videos were made public.

They deny uploading the clips to the Internet but could still face up to 12 years in jail for breaches of the country’s controversial 2008 anti-pornography law.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau