JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang menyiapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengambilalih porsi saham Indonesia di PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum). Salah satu BUMN itu adalah PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar menjelaskan bahwa Antam memang sudah lebih dulu terlibat dalam pembahasan soal Inalum ketimbang perusahaan pelat merah lainnya. "Karena itu kalau ditanya siapa yang lebih siap kalaupun ini diserahkan ke BUMN memang antam lebih baik ikut," ujar Mustafa usai pembukaan seminar sistem ketahanan nasional di Lemhanas, Selasa (22/6/2010).
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan memang belum menentukan BUMN mana yang layak untuk mengambilalih saham di Inalum. Namun, Hatta menilai Antam sebagai BUMN yang siap untuk melakukan itu. "Tapi, Antam yang sekarang ini terlibat dalam tim teknis," terang Hatta.
Namun, Hatta masih menolak menyebutkan apakah akan mengambilalih 59 persen saham yang dipegang Jepang saat ini. Termasuk, apakah masih memberikan porsi saham kepada Jepang meski minoritas. "Kita open discussion nanti, intinya yg paling menguntungkan nasional," tukas mantan Menteri Sekretaris Negara itu. (Hans Henricus/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang