Kasus pejabat bpk dan pemkot bekasi

KPK Temukan Rp 100 Juta dalam Keranjang

Kompas.com - 22/06/2010, 18:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (22/6/2010) pagi kembali menyita uang Rp 100 juta di dalam sebuah keranjang ikan. Penyitaan itu menindaklanjuti pemeriksaan terhadap enam orang, termasuk pejabat Badan Pemeriksa Keuangan berinisial S dan pejabat Pemkot Bekasi, Senin (21/6/2010) malam.

"Tadi pagi, tim yang belum pulang dari sana (lokasi penangkapan di Bandung) menemukan lagi uang Rp 100 juta. Uang itu dititipkan di dalam sebuah bakul ikan dari seorang yang diduga merupakan oknum BPK Jawa Barat lainnya berinisial G," kata Johan.

KPK meringkus pelaku saat serah terima uang Rp 100 juta di dalam bakul ikan. Kini, pelaku, G, sudah dibawa ke kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Menjawab apakah uang itu masih terkait dengan uang yang disita semalam, Johan menyatakan hal itu masih diselidiki. Hingga kini penyidik masih memeriksa keterangan tiga orang yang ditangkap tadi malam termasuk satu orang yang ditangkap tadi pagi.

Mereka adalah Kabid Dinas Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah berinisial HS, Kasub Audit Jabar III berinisial S, Inspektorat Wilayah Kota berinisial HL dan terakhir pejabat BPK berinisial G yang diperiksa pagi ini.

Untuk diketahui, Senin malam, tim KPK berhasil menangkap tujuh orang terkait dugaan suap menyuap di rumah S, kawasan Lapangan Tembak‎, Kelurahan Cikutra ‎Kecamatan Cibeunyih, Bandung, Jabar. Dalam penggerebekan itu, KPK menemukan uang Rp 272 juta.

Diduga, uang itu adalah uang suap untuk memuluskan catatan laporan keuangan Pemkot Bekasi yang tengah diaudit. (Samuel)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau