Piala dunia 2010

Domenech Tolak Bersalaman dengan Parreira

Kompas.com - 23/06/2010, 00:55 WIB

BLOEMFONTEIN, KOMPAS.com — Raymond Domenech menunjukkan sikap yang kurang sportif seusai timnya kalah 1-2 dari Afrika Selatan dalam laga pamungkas penyisihan Grup A Piala Dunia 2010 di Stadion Free State, Bloemfontein, Selasa (22/6/2010). Pelatih Perancis tersebut menolak bersalaman dengan pelatih tuan rumah, Carlos Alberto Parreira.

Sebenarnya, tidak ada aturan yang mengharuskan pelatih dua tim yang bertanding bersalaman seusai pertandingan. Tetapi, hal itu sudah menjadi sebuah tradisi, yang akan selalu menjadi perhatian jika tidak dilakukan.

Parreira, yang juga gagal membawa "Bafana Bafana" lolos ke putaran kedua karena hanya menang tipis, meletakkan tangannya di atas pergelangan tangan Domenech. Dalam kesempatan itu, kedua pelatih tersebut sempat saling berbicara.

Tak tahu apa yang dibicarakan. Tetapi, Domenech tidak bersedia menjawab pertanyaan tentang apa yang dikatakan kepada Parreira.

"Saya tidak ingin menjawab pertanyaan ini," ujarnya.

"Apakah ada pertanyaan lain?" tanya Domenech setelah pernyataan tersebut ditujukan oleh wartawan lain.

Orang ketiga mencoba peruntungannya: "Mengapa Anda menolak menjawab pertanyaan ini?" Domenech tidak menggubrisnya. Dia hanya kembali mengeluarkan pernyataan: "Apakah ada pertanyaan lain?"

"Jika semua pertanyaan itu dilontarkan kepada saya, saya akan meninggalkan kalian. Kami tidak dari dunia yang sama," ujarnya kemudian, untuk menanggapi sebuah pertanyaan tentang krisis di dalam tim Perancis.

Parreira, yang sukses membawa Brasil menjadi juara dunia 1994, mencoba menjelaskan kejadian tersebut.

"Saya yakin, itu karena saya telah mengkritik timnya setelah mereka melewati kualifikasi kontroversial (ketika mengalahkan Irlandia pada babak play off), tetapi saya benar-benar tidak ingat lagi. Ini yang dikatakan asistennya kepada saya," terang Parreira.

Perancis menjadi juru kunci Grup A karena hanya menuai satu poin. "Les Bleus" juga merupakan tim yang paling krisis gol, karena dari tiga pertandingan, juara dunia 1998 ini cuma mencetak satu gol, yang dihasilkan Florent Malouda ke gawang Afsel, pada laga terakhir ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau