Djarum indonesia super series 2010

Tren Putra Indonesia dan Putri Asing

Kompas.com - 23/06/2010, 01:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren paduan pemain putra Indonesia dengan peman asing putri pada nomor ganda campuran menjadi daya tarik tersendiri dalam penyelenggaraan Djarum Indonesia Super Series (DIOSS) 2010 yang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta 22-27 Juni 2010. Para pemain ganda putra ternyata cukup potensial untuk menarik minat para pebulutangkis putri asing.

Seperti misalnya, peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004, Flandy Limpele, yang berpasangan dengan pebulu tangkis AS, Lotte Jonathans, atau pasangan ganda kualifikasi Hendra Setiawan yang didaulat bermain bersama pebulu tangkis cantik Rusia, Anastasia Russkikh.

Ini memang bukan hal mustahil, mengingat kedua nama pebulu tangkis ganda putra itu memiliki jam terbang dan prestasi yang cukup membanggangkan sebagai pemain Indonesia.

Flandy merupakan pemain ganda putra yang berpasangan dengan Eng Hian. Pada eranya, Flandy/Eng berhasil meraih medali perunggu dalam Olimpiade 2004 setelah sampai babak semifinal, sebelum dikalahkan Kim Dong-moon dan Ha Tae-kwon dari Korea Selatan, 15-8, 15-2.

Sementara di partai ganda campuran, pemain kelahiran Manado, 9 Februari, 36 tahun silam ini tercatat menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Japan Open 2006, dan Kejuaraan Asia tahun 2008 bersama Vita Marissa.

Tidak mau kalah, Hendra Setiawan juga memiliki segudang prestasi yang mengagumkan. Ganda putra pasangan Markis Kido ini menempati ranking ketiga dunia versi BWF. Selain itu, Ia juga meraih medali emas pada Olimpiade Beijing 2008, medali perunggu pada Thomas Cup 2006 (Tokyo), 2008 (Jakarta) dan medali perak tahun 2010 (Kuala Lumpur).

Melihat sederetan prestasi tersebut, tidak heran Lotte dan Anastasia kepincut untuk melirik mereka menjadi pasangan bermain di DIOSS 2010. Selain itu, para pemain Indonesia ini juga dikenal memiliki gaya permainan khas ala Asia yang digemari para pebulu tangkis asing.

Seperti halnya pengakuan Russkikh yang ditemui selepas laga final kualifikasi melawan unggulan ke-2 asal Taiwan, Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan, 21-19, 21-17, Selasa (22/6/2010).

"Sangat berbeda sekali bermain ganda antara pemain Jerman atau pemain Eropa lainnya dengan pemain Indonesia. Mereka (pemain Indonesia) bisa membawa style Asia tersendiri dalam permainannya," ungkapnya.

Bagi Russkikh, yang mendapat rekomendasi dari sahabatnya, Vita Marissa, bisa menjadi pasangan pertama bagi Hendra di ganda campuran merupakan pengalaman yang hebat dan membawa beban tersendiri.

"Ini pengalaman yang menyenangkan bagi saya. Ketika Vita meminta saya untuk berpasangan dengan Hendra saya merasa sangat surprise. Menurut saya Hendra adalah salah satu pemain ganda terbaik di dunia. Jadi, saya merasa bertanggungjawab untuk menjaga mood-nya selama bermain di nomor ganda campuran ini," katanya.

Sementara Hendra sendiri mengaku menikmati pengalaman pertamanya bermain di ganda campuran ini. Ia juga tidak mengalami kendala bahasa saat berlatih dengan Russkikh.

"Saya sih enjoy saja. Selama ini juga tidak ada masalah mengenai bahasa. Lagipula ada pelatih yang membantu mengkoordinasi jalannya latihan," ujar Hendra.

Dengan hasil sempurna di babak kualifikasi bersama Hendra, Russkikh pun tidak menolak seandainya dipasangkann lagi dengan Hendra dalam kompetisi yang berbeda.

"Saya tidak punya keraguan dengan Hendra akan hal itu. Hanya saja saya tidak mungkin mengharapkan Hendra untuk datang ke Rusia, tapi mungkin dia bisa berkunjung ke Eropa atau saya mungkin bisa ke sini (Indonesia) seminggu sekali untuk berlatih bila memang ada turnamen yang serius sifatnya," sebutnya.

Langkah Hendra dan Flandy mungkin bukan yang pertama dalam catatan sejarah ganda campuran di Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan akan lahir duet pemain Indonesia dan pemain asing lainnya menyusul langkah Hendra/Russkikh dan Flandy/Lotte dalam kejuaraan-kejuraan bulu tangkis internasional berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau