Kecelakaan

Salah "Ngepot", KA Amblas ke Jurang

Kompas.com - 23/06/2010, 03:18 WIB

BRAZZAVILLE, KOMPAS.com - Sebuah kereta api tergelincir dan tercebur ke dalam jurang di Republik Kongo, menewaskan sekitar 60 orang dan melukai ratusan orang di sebuah jalur kereta api mematikan di negara Afrika tengah penghasil minyak itu.     Beberapa sumber mengatakan, Selasa (22/6/2010), kecelakaan itu terjadi pada Senin jauh tengah malam setelah kereta tersebut meninggalkan kota pantai Pointe-Noire di jalur Chemin de Fer Congo Ocean (CFCO) ke ibu kota Brazzaville, jalur yang telah melihat sedikitnya dua kecelakaan serius dalam beberapa tahun belakangan ini.     "Sayang, kereta api itu mengambil sudut yang berubah menjadi fatal," kata sumber perusahaan kereta api, yang menolak untuk disebutkan namanya karena ia tak diberi wewenang untuk berbicara secara terbuka.     Empat gerbong terjun ke jurang dekat stasiun Yanga, sekitar 60Km dari Pointe-Noire, katanya.     Sekitar 60 mayat telah ditemukan dari tempat terjadinya kecelakaan pada Selasa tengah malam dan sekitar 450 orang dirawat karena terluka, menurut seorang pejabat rumah sakit di Adolphe Cisse di Pointe-Noire yang minta untuk tidak disebutkan namanya.     Sedikitnya 50 orang tewas di jalur yang sama pada 2001, banyak dari mereka terbakar hingga tewas, ketika dua kereta api bertabrakan di Mvougounti sekitar 75Km di timur Pointe-Noire.     Pada 1991, sekitar 100 orang tewas ketika sebuah kereta api penumpang membentur kereta api angkutan barang juga di Mvougounti.     Kurangnya jalan dan tidak berfungsinya sistim kereta api antara kota-kota penting membuat perjalanan sulit dan menyumbang pada tingginya biaya pangan dan barang impor di ibukota dan di seluruh  negara terkurung daratan di sekitarnya.     Para insinyur Cina akhir tahun lalu telah memulai pekerjaan pembangunan jalan senilai 500 juta dollar AS yang menghubungkan pusat minyak Poimte-Noire dengan Brazaville, proyek yang akan melibatkan perlintasan hutan equatorial dan gunung yang curam.     Kongo, yang telah lama mengekspor jutaan barrel minyak tapi sebagian besar tetap miskin dan menderita karena infrastruktur yang buruk, sedang berusaha untuk memvariasikan ekonominya ketika cadangan minyak menurun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau