Pendidikan

Kemdiknas Evaluasi 20 RSBI di Sumatera Selatan

Kompas.com - 23/06/2010, 04:15 WIB

Palembang, Kompas - Tim dari Kementerian Pendidikan Nasional mulai bulan Juli melakukan evaluasi terhadap 20 sekolah berstatus rintisan sekolah berstandar internasional atau RSBI di Sumatera Selatan. Ini untuk memastikan RSBI di Sumsel sudah memenuhi persyaratan RSBI sebenarnya.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Sumsel Widodo di Palembang, Selasa (22/6), mengutarakan, tim melakukan evaluasi pada bulan Juli sampai Agustus.

”Kami mendukung evaluasi RSBI di Sumsel supaya sekolah berstatus RSBI betul-betul berkualitas, bukan cuma namanya RSBI,” ujar Widodo.

Menurut dia, syarat bagi sekolah berstatus RSBI adalah memiliki akreditasi A dan memenuhi delapan standar nasional pendidikan. RSBI baru diakui apabila telah berjalan empat tahun dan sudah menghasilkan lulusan.

Widodo mengatakan, sekolah berstatus RSBI di Sumsel setelah dievaluasi oleh tim dari Kementerian Pendidikan Nasional bisa naik statusnya menjadi sekolah berstandar internasional.

Sebaliknya, sekolah berstatus RSBI bisa turun statusnya menjadi sekolah berstandar nasional apabila dinilai tidak memenuhi persyaratan.

Mengenai pungutan yang dilakukan RSBI, Widodo mengatakan, pungutan boleh dilakukan RSBI apabila mendapat persetujuan dari bupati atau wali kota setempat. (WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau