Jerman menghadapi skenario terburuk, yakni harus mengalahkan Ghana pada pertandingan terakhir grup di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut di Stadion Soccer City, Johannesburg, dengan striker pilihan pertama mereka, Miroslav Klose, absen. Kartu merah pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2006 ini datang pada waktu terburuk, yang membuat Pelatih Jerman Joachim Loew untuk memecahkan masalah di lini depan.
”Saya akan menunggu hingga sesi latihan terakhir, Selasa, sebelum memutuskan siapa striker yang akan menjadi starter,” kata Loew, seperti dikutip Reuters. ”Namun, setiap pemain dan setiap striker telah siap untuk bermain.” Pilihan yang paling mungkin untuk menjadi ujung tombak menggantikan Klose tampaknya adalah Cacau. Striker kelahiran Brasil ini mencetak tiga gol pada dua pertandingan persahabatan sebelum Piala Dunia dan juga mencetak gol saat Jerman membantai Australia, 4-0, pada pertandingan pembuka.
Kecuali perubahan di lini depan, Loew menyatakan bahwa ia tidak perlu melakukan perubahan meskipun para pemain yang diturunkan saat kalah melawan Serbia bermain sangat buruk. Lima di antara pemain tersebut bahkan sudah harus terkena kartu kuning yang membuat mereka terancam absen jika Jerman lolos ke babak 16 besar seandainya mereka terkena kartu kuning lagi saat melawan Ghana.
Mendukung Cacau di lini depan, penyerang muda Thomas Mueller akan berada di sayap kanan, sementara Lukas Podolski yang gagal mengeksekusi penalti melawan Serbia menempati sayap kiri. Opsi lain bagi Loew untuk menggantikan Klose adalah striker Bayern Muenchen, Mario Gomez. Nama terakhir ini jarang menjadi starter karena penampilan yang kurang meyakinkan. Loew juga bisa mempertimbangkan untuk menggeser Mueller ke tengah dan memasang Piotr Trochowski sebagai penyerang sayap kanan.
Mesut Oezil tetap akan menjadi dirigen di lini tengah, didukung oleh Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger. Kapten Philipp Lahm akan memimpin lini belakang yang ditempati bersama Arne Friedrich, Per Mertesacker, dan Holger Badstuber, sementara Manuel Neuer di bawah mistar.
Ghana juga memiliki masalah tersendiri di lini depan karena masih mandul. Tim Afrika yang meraih kemenangan pertama di Afrika Selatan ini sangat impresif di pertahanan, tetapi tak bisa bikin gol dari permainan terbuka. Dua gol yang dimiliki Ghana saat ini terlahir dari titik penalti saat mengalahkan Serbia 1-0 dan imbang 1-1 melawan Australia. ”Kami memang hanya mencetak gol lewat dua penalti, tetapi kami akan memperbaikinya pada laga berikut,” kata Pelatih Ghana Milovan Rajevac, yang menyadari timnya gagal mencetak lebih dari satu gol dalam 12 laga terakhir.
Salah satu yang bisa dilakukan pelatih asal Serbia ini adalah membantu striker tunggal Asamoah Gyan dengan memasukkan striker kedua atau gelandang menyerang Sulley Muntari. Masalahnya, Muntari baru melakukan pemberontakan yang menimbulkan keretakan di skuad. Ghana kini berharap Muntari memuntahkan kemarahannya ke gawang Jerman.