Piala dunia

Ketenangan, Kunci Sukses Korea Selatan

Kompas.com - 23/06/2010, 05:35 WIB

DURBAN, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, Korea Selatan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia di mancanegara. Kesuksesan ini terwujud berkat ketenangan Park Ji-sung dkk saat menghadapi Nigeria, Selasa (22/6/2010).

Korsel bisa saja tersingkir dari ajang ini jika Nigeria tak mengalami nasib sial pada laga tersebut. Sedikitnya tiga kali "Elang Super" melewatkan kesempatan terbaik menjebol gawang Jung Sung-ryong. Selain tendangan keras Kalu Uche yang membentur tiang kanan, sepakan meleset dari Yakubu Ayegbeni dan Obafemi Martins menyelamatkan Korsel dari kekalahan.

Ketika "Taeguk Warriors" pun tertinggal oleh gol Uche pada menit ke-12, bayang-bayang kegagalan Korsel sudah mulai tampak. Namun, Korsel bisa menyamakan skor dan berbalik unggul 2-1 di babak kedua. Meski akhirnya imbang 2-2, Korsel berhak lolos menemani Argentina.

"Ketika kami kebobolan gol pertama, kami pikir laga akan sulit, tetapi pemain tetap tenang dan menyamakan skor," komentar Pelatih Huh Jung-moo seusai pertandingan.

Setelah keberhasilan ini, Huh mengincar target berikutnya, yakni mencapai semifinal. Ini pernah mereka lakukan ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002.

"Kami mencapai tujuan pertama dengan masuk babak 16 besar. Setelah itu, setiap orang bisa menebak apa target kami berikutnya, tetapi saya tahu para pemain akan segera menentukan target lebih tinggi. Mereka kini tidak akan puas dengan hasil yang dicapai. Mereka ingin ke semifinal," terang Huh. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau