Peluang Bisnis di Kalimantan Terbuka Lebar

Kompas.com - 23/06/2010, 08:11 WIB

KOMPAS.com - Jika merasa pulau Jawa sudah semakin padat, kesempatan berbisnis juga terasa tak lagi menggairahkan, pernahkah Anda terpikir mencari peluang di luar pulau? Di Kalimantan, atau Palangka Raya tepatnya.

Pengalaman sejumlah pebisnis lokal maupun pemula yang ingin menjajal keberuntungan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, bisa menjadi inspirasi.

Yemima Eka Ampung, perempuan muda pemilik wedding organizer (WO) di Malang, Jawa Timur, misalnya. Yemima mengaku tergerak untuk mengembangkan bisnis WO di Palangka Raya, kampung halamannya. Pengalamannya enam tahun tinggal di Malang, menyelesaikan kuliah sekaligus merintis bisnis jasa pernikahan, mendorongnya menggaet pasar lokal di daerah kelahirannya.

"Semua bisnis bisa berkembang di Palangka Raya. Laundry misalnya, dulu tak ada satu pun, tapi belakangan jadi booming. Begitu juga dengan WO, paradigma masyarakat bisa digeser dengan menjelaskan bahwa WO juga cukup penting untuk membantu pelaksanaan pernikahan," papar Yemima kepada Kompas Female, beberapa waktu lalu.

Menurut Yemima, daya beli masyarakat di Kota Palangka Raya cukup kuat. Kuncinya, pebisnis bisa menjelaskan mengapa produk atau jasa yang ditawarkannya penting. Informasi yang jelas dibutuhkan masyarakat agar tertarik dan merasa penting untuk mendapatkan barang dan jasa yang ditawarkan.

Ketertarikan Yemima merintis bisnis di kota kelahirannya memang tak lepas dari aktivitas yang membuatnya kembali ke Palangka Raya. Perempuan asli suku Dayak ini mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2010 mewakili Kalteng. Yemima pun berhasil masuk tiga besar, dan meraih predikat Runner Up II dari Kalteng. Prestasi yang membanggakan dan menjadi pengalaman berharga bagi wirausahawan muda ini.

Berbisnis di Palangka Raya juga memiliki prospek bagus menurut Fathul Anwar. Bahkan Fathul meyakini, Palangka Raya akan terus berkembang ke depannya.

"Jika ingin berbisnis sebaiknya dimulai sekarang saat masih berkembang, karena nantinya akan semakin ramai," kata Fathul saat ditemui Kompas Female di tokonya di Jalan Batam, Palangka Raya.

Jalan Batam dikenal sebagai pusat kerajinan khas Kalimantan dan suvenir. Pelancong atau pengunjung yang singgah ke Palangka Raya pastinya akan menyempatkan datang ke pusat belanja ini.

Deretan toko menjual beragam produk khas Kalimantan, seperti tas atau dompet dari manik dengan warna khas seperti kuning, merah, hitam. Kaos dengan desain ukiran khas Dayak atau sarung tenun Kalimantan serta beragam kerajinan termasuk senjata khas seperti Mandau juga tersedia.

Bahkan Fathul mengatakan, peluang bisnis tak hanya terbuka di kota ini, tetapi pengusaha atau pengrajin juga membuka kesempatan bagi retailer yang ingin memasarkan produk khas Kalimantan di pulau Jawa.

Keunikan, makna, dan nilai seni dari produk kerajinan Kalimantan memang menjadi daya jual tersendiri.

"Ongkos kirimnya hanya Rp 20.000 per kilogramnya. Ini bisa menjadi peluang bisnis di Jawa dengan bermitra pengrajin di Kalimantan," tutur Fathul.

Sekilas mengenal Palangka Raya memang tak seramai kota lain di Kalimantan atau di Indonesia. Namun, ketenangan Kota Cantik (terencana, aman, nyaman, tertib, indah dan keterbukaan) ini menyimpan banyak potensi dan kesempatan. Kegigihan dan kemampuan menangkap kebutuhan dan peluang penduduk lokal menjadi kuncinya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau