YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan jaringan teroris dengan memperketat pengawasan di perkampungan, rumah kos dan rumah kontrakan. "Kami juga melakukan pembinaan kepada masyarakat agar memiliki daya tangkal dengan gerakan terorisme," kata Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Polisi Sunaryono, Kamis (24/6/2010). Menurut dia, prioritas pengawasan tersebut di sejumlah daerah perbatasan dengan provinsi Jawa Tengah seperti di Prambanan dan Tempel serta di Kulonprogo dan Gunungkidul. "Antisipasi pengamanan ini kami lakukan dengan melibatkan seluruh satuan fungsi dari satuan wilayah hingga polsek," katanya. Direktur Reserse Kriminal Polda DIY Komisaris Besar Napoleon Bonaparte mengatakan dalam penyergapan teroris di wilayah Kabupaten Sleman pihaknya hanya membantu tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. "Kami sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Klaten Jawa Tengah membantu melakukan pengawasan kemungkinan adanya pergerakan anggota teroris," katanya. Ia mengatakan, pengawasan tersebut tidak hanya di rumah kos maupun rumah kontrakan, karena teroris bisa bersembunyi di mana saja. "Saat ini polisi sudah menyebar untuk memantau tempat-tempat rawan yang diduga bisa dipakai untuk persembunyian teroris," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang