Aksi PDF untuk Bayi Prematur

Kompas.com - 24/06/2010, 16:31 WIB

Kompas.com - Karena lahir terlalu cepat, maka organ-organ tubuh bayi prematur belum cukup matang untuk menjalankan fungsinya. Untuk itu bayi prematur perlu  mendapatkan perlakuan khusus, baik di rumah sakit atau di rumah setelah ia boleh di bawa pulang.

Di rumah sakit, bayi prematur dirawat di dalam inkubator untuk menjaga kestabilan suhu tubuhnya karena mereka rentan mengalami hipotermia. "Mereka sangat rentan pada suhu dingin karena belum ada lemak dalam kulitnya," kata Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Pennsylvania, Amerika Serikat dalam peluncuran kampanye Peduli Bayi Prematur yang diadakan oleh Wyeth di Jakarta, Kamis (24/6).

Bayi prematur yang telah mencapai berat badan minimal 1800 gram, secara klinis stabil dan mampu menerima asupan nutrisi sudah boleh dibawa pulang. Akan tetapi orangtua perlu menyiapkan diri untuk merawat bayi prematur di rumah.

Dr.Djaja Nataatmadja, Medical Advisor, Clinic Trial Coordinator PT Wyeth Indonesia, mengatakan orangtua yang memiliki bayi prematur bisa melakukan langkah PDF untuk menjaga kondisi bayinya.

Langkah PDF yakni, Pastikan suhu tubuh bayi berada diantara 36,5 - 37,5 derajat celcius untuk menghindari hipotermia dan hipertermia dengan melakukan Kangaroo-care. Medote ini meniru cara kanguru menghangatkan badan anaknya. Caranya, bayi ditelanjangi dan hanya memakai popok serta penutup kepala. Bayi lalu dimasukkan ke dalam baju ibunya dan diletakkan di antara payudara ibu.

Prinsip metode kanguru adalah kulit bayi menempel pada kulit ibu agar bayi bisa mengambil panas dari tubuh ibunya. Metode ini dilakukan selama 24 jam, oleh sebab itu dibutuhkan "ibu pengganti" yang bisa dilakukan oleh ayah atau anggota keluarga lainnya.

Yang kedua adalah Disiplin dalam memberikan asupan makanan 8-10 kali sehari dengan nutrisi yang kaya akan protein, vitamin, mineral, AA, dan DHA. Literatur menyebutkan, pemberian susu tidak boleh terlalu banyak, hanya sekitar 10-30 cc per kilogram berat badan per hari. Penelitian menyebutkan, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi prematur. Bila bayi masih kesulitan mengisap, pemberian ASI bisa melalui pipet.

Terakhir adalah Fokus pada pemantauan frekuensi BAB dan BAK 4-6 kali per hari, sesuai dengan asupan yang diberikan. Meskipun bisa merawat sendiri, orangtua sebaiknya tetap rajin berkonsultasi dengan dokter selama merawat bayi prematur di rumah.

"Lewat kampanye ini, kami ingin meningkatkan kesadaran tentang risiko dan pentingnya penanganan yang tepat terhadap bayi prematur, salah satunya dengan metode PDF yang mudah diingat ini," kata dr.Djaja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau