Kenaikan TDL Bebani Sektor Keuangan

Kompas.com - 24/06/2010, 17:01 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Rencana pemerintah bersama DPR-RI memberlakukan Tarif Dasar Listrik (TDL) baru mulai 1 Juli 2010 sangat membebani sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan.

"Yang paling banyak membutuhkan energi listrik adalah sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan yang biasanya mencapai 46,41 persen dari seluruh jumlah kebutuhan tenaga listrik di daerah ini," kata Kabid Neraca Wilayah dan Analisis, Badan Pusat Statistik Maluku, Ir. Ch. Anidla, di Ambon, Kamis (24/6/2010).

Sedangkan kebutuhan tenaga listrik untuk aktivitas ekonomi di sektor lainnya seperti industri pengolahan justru lebih kecil mencapai 2-3 persen, sama halnya dengan sektor perdagangan, pertanian, angkutan, pertambangan, dan penggalian, sektor jasa-jasa, listrik dan air bersih serta sektor bangunan.

Anidla mengatakan, walaupun kenaikan TDL tidak diberlakukan terhadap pelanggan listrik yang menggunakan daya 450-950 Kw, tapi pengaruhnya terhadap aktivitas produksi di sektor keuangan persewaan dan jasa persewaan sangat besar.

Selama terjadi kondisi krisis listrik di Maluku beberapa waktu lalu, tidak membawa dampak yang besar pada perkembangan inflasi di daerah ini, sebab hampir semua sektor tidak terlalu bergantung pada energi ini.

Untuk usaha perhotelan dan restoran, kebutuhan tenaga listriknya juga tidak terlalu bergantung pada PT. (Persero) PLN karena dia memiliki mesin genzet sebagai energi cadangan saat terjadi krisis energi listrik.

"Lain halnya bila di Maluku ada perusahaan skala besar yang membutuhkan tenaga listrik berdaya besar akan menyebabkan kondisi ekonomi jadi terpuruk," katanya.

Alasannya, pemberlakuan TDL baru mempengaruhi biaya operasional perusahaan sehingga untuk menutup kerugian, biaya produksi pabrikan ini terpaksa dinaikkan dan mempengaruhi harga barang secara umum di pasaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau