Pirelli Penyuplai Ban F1 Mulai 2011

Kompas.com - 24/06/2010, 19:29 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Tahun ini terakhir bagi Bridgestone berpartisipasi di arena F1.International Automobile Federation (FIA) mengumumkan hari ini ini (23/6/2010) bahwa Pirelli akan menggantikan posisi pabrikan ban Jepang itu sebagai penyuplai bagi tim F1, mulai 2011 sampai 2013.

"Pirelli telah diseleksi sebagai penyuplai tunggal untuk kejuaraan dunia F1 masa periode tiga tahun, yang dimulai 2011. Sebagai penyuplai, Pirelli harus bertanggung jawab dan mengikuti regulasi teknik dari FIA," begitu pernytaan FIA.

Pabrik ban Italia ini pernah berkiprah di ajang balap jet darat pada 1950 dan terakhir 1991. Memenangkan lomba dibukukan 41 kali, di antaranya di Kanada berama tim Benetton-Ford yang dipersembahkan pebalap Nelson Piquet. Bahkan pada 1957, dari 8 seri hampir memenangkan seluruhnnya melalui beberapa tim.

Regulasi Selain mengumumkan soal penyuplai ban, FIA juga menyampaikan beberapa menyangkut regulasi. Di antaranya soal "safety car" (SC). Jadi, tidak ada yang boleh menyalip saat SC masuk lintasan atau ketika masuk pit. Lalu, ketika SC masuk lintasan di lap terakhir, atau mengitari lap terakhir dan masuk pit, pebalap tetap mendapat kibaran bendera finish tanpa boleh menyalip.

Untuk 2011, kualifikasi kembali ke sistem 107%. Jadi, pebalap yang tidak bisa memenuhi 107% dari lap tercepat di Q1 tidak boleh ikut balapan. Kecuali ada kekhususan dan itupun harus mendapat izin dari pengawas lomba (stewards). Itu pun tidak lebih dari satu pebalap yang mendapat hak istimewa tersebut, tentu dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Ketentuan lain, bobot minimum tidak boleh kurang dari 640 kg selama berlangsung lomba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau