Jakut Bangun Jalur Sepeda pada 2011

Kompas.com - 24/06/2010, 20:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemkot Administrasi Jakarta Utara tahun 2011 berencana membangun jalur sepeda dan pedestrian. Untuk pembuatan pedestrian, saat ini sedang dikerjakan di kawasan Sunda Kelapa, bersamaan dengan pengerjaan Jembatan Krapu. Sedangkan jalur sepeda, rencananya akan dibangun di sejumlah titik. Seperti di kawasan Kelapa Gading, Marunda, Cilincing, Yos Sudarso, RE Martadinata, Pluit, Penjaringan, dan Muara Karang.

Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono, mengatakan pembangunan pedestrian dan jalur sepeda tersebut sangat perlu dilakukan. Sebab wilayah tersebut sejak dulu selalu padat dengan kendaraan bermotor. Bahkan truk kontainer juga turut menghiasi sepanjang jalan yang ada di wilayah tersebut.

"Banyak kendaraan berat yang melintas mengurangi kenyamanan pengguna jalan terutama wisatawan yang seringkali berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu, kami ingin mereka merasa aman dan nyaman, serta mudah mengakses jalan-jalan yang ada di Jakarta Utara," ujar Bambang Sugiyono, Kamis (24/6/2010).

Rencananya, jalur khusus sepeda ini akan menghubungkan wilayah barat yakni Muarakamal hingga timur di Kelurahan Marunda. Sedangkan untuk pedestrian, saat ini sedang dikerjakan bersamaan proyek jembatan Krapu di kawasan Sundakelapa, Pademangan, Jakarta Utara. Jika seluruh infrastruktur itu sudah jadi, para wisatawan bisa berjalan kaki dari Pelabuhan Sunda Kelapa menuju Museum Bahari dan Galangan VOC.

Bahkan nantinya, gudang-gudang yang tak terpakai di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa akan disulap menjadi resto, tempat souvenir, resort, dan sebagainya. Fungsinya adalah sebagai pendukung untuk mengembalikan Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi objek wisata. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI dan PT Pelindo sebagai pemilik lahan. Nantinya di pelabuhan itu tak diperbolehkan kapal besi bersandar, hanya kapal Phinisi saja yang diperbolehkan.

Ia berharap, pembangunan jalur khusus sepeda ini setidaknya akan memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk berkunjung dari satu titik ke titik yang lainnya. Namun sayangnya, untuk merealisasikan pembangunannya, Pemkot Administrasi Jakarta Utara masih kekurangan dana.

Karena itu, ia berharap adanya keikutsertaan pihak swasta demi mendukung pembuatan jalur khusus sepeda agar dapat segera terealisasi. "Saya optimis program ini bisa terealisasi jika semua pihak termasuk stakeholder ikut serta melaksanakan pembangunannya," ungkapnya.

Bambang mengatakan, pembangunan jalur khusus sepeda itu tentunya tidak bisa cepat terlaksana karena masih menunggu selesainya pembangunan jalan tol yang menghubungkan Cikarang dan Tanjung Priok. Jika sudah tuntas dan beroperasi, maka jalan tol ini bisa dilalui kendaraan berat. Sedangkan pembangunan jalur sepeda bisa dilakukan di bawah jalan tol tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau