Piala dunia

Gara-gara Donovan, Obama Tangguhkan Afganistan

Kompas.com - 25/06/2010, 06:04 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Juru Bicara Presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama, Robert Gibbs, mengatakan, gara-gara tim nasional AS berhasil masuk 16 besar, Obama menyempatkan diri menelepon kapten tim, Landon Donovan untuk mengucapkan selamat. Padahal, menurut Gibbs, saat itu, Obama sedang dalam pertemuan penting dengan Panglima Perang Afganistan, Jenderal David Petraeus.

"The Yanks" masuk 16 besar setelah mengalahkan Aljazair 1-0, pada laga pamungkas fase grup, Rabu (23/6/2010). Kemenangan AS ditentukan oleh gol Landon Donovan pada masa injury time. Berkat kemenangan itu, AS finis sebagai juara grup dan di babak 16 besar akan menghadapi runner-up Grup D, Ghana, Sabtu (26/6/2010)

Menurut Gibbs, ketika pertandingan berlangsung, Obama sedang menjamu Petraeus di ruang kerjanya, Oval Office, yang berada di kompleks West Wing, Gedung Putih. Begitu Donovan mencetak gol, menurut Gibbs, Obama mendengar sorak-sorai dari luar ruangannya.

Ia pun mencari informasi dan kemudian mengetahui bahwa Landon Donovan mencetak gol kemenangan Amerika Serikat di masa injury time.

"Presiden kemudian mengucapkan selamat kepada Donovan atas gol kemenangan itu. Tanyakan saja kepada (kiper) Tim Howard soal bagaimana reaksi tulang rusuknya dan Clint Dempsey soal apa yang terjadi dengan bibirnya (ketika ditelepon Obama)," kata Gibbs.

"Presiden mengucapkan selamat kepada tim untuk (pertandingan hari Sabtu melawan Ghana) dan memastikan (Donovan dkk) tahu bahwa seluruh warga negara AS mendukung mereka," tambahnya. (AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau