SYDNEY, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia, yang baru Julia Gillard mengatakan tetap mendukung kebijakan perang di Afghanistan, yang dicanangkan Presiden AS Barack Obama.
Gillard yang dilantik sebagai perdana menteri Australia pada hari Kamis, setelah perdana menteri Kevin Rudd mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh, mengatakan, telah berbicara dengan Obama untuk menekan korban sipil di Afghanistan.
"Saya meyakinkan Presiden Obama bahwa keputusan saya terhadap kebijakan perang ke Afghanistan, tetap akan dilanjutkan. Kebijakan yang telah diambil pemerintah Australia, tetap akan diteruskan," katanya kepada wartawan, Jumat (25/6/2010).
"Saya sepenuhnya mendukung kebijakan saat ini. Dan saya berharap Presiden Obama juga melihat niat baik Australia dalam pengiriman pasukan di Afghanistan."
Australia memiliki 1.550 pasukan di Afghanistan. Sebagian besar pasukan Australia ditempatkan di kamp pelatihan Tentara Nasional Afghanistan, di Uruzgan selatan.
Gillard mengatakan Australia dan Amerika Serikat memiliki hubungan yang kuat dan akan terus bekerjasama di negara-negara Asia Tengah.
"Kami lebih dekat sebagai bangsa, kita berada dalam sebuah aliansi strategis yang berkesinambungan. Kita sudah dekat sebagai masyarakat. Kita telah berjuang bersama-sama di seluruh dunia. Dan kami terus berjuang bersama-sama di Afghanistan," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang