SHANGHAI, KOMPAS.com — Produsen mobil terbesar di China, Shanghai Automotive Industry (SAIC) Motor Corp akan meningkatkan kualitas. Untuk memenuhi hal itu, SAIC Motor Corp yang merupakan divisi otomotif dari SAIC ini membutuhkan dana 1,47 miliar dollar AS atau Rp 13,3 triliun. Dana itu diperoleh dengan menjual saham 10 persen bernilai 900 juta yuan.
SAIC selaku induk perusahaan sudah menyatakan siap membeli saham itu dengan nilai lebih dari 1 miliar yuan. Demikian dilaporkan Bloomberg, hari ini (Jumat (25/6/2010).
Produsen siap sepenuhnya mengembangkan sendiri dan melepaskan ketergantungan dari General Motors Co dan Volkswagen AG sebagai mitra saat ini. Potensi pasar mobil China yang besar bahkan mampu mengalahkan Amerika Serikat (AS) pada 2009 membuat pabrikan berniat mengembangkan sendiri.
"SAIC merupakan penjual mobil terbanyak di China, tapi mereka lebih mengandalkan produk hasil kolaborasi dengan mitra dari luar dan belum memiliki merek sendiri. Sementara itu, banyak produsen lokal China lain sudah mulai menjalankannya sejak 10 tahun belakangan," ujar Liu Lixi, analis dari Northeast Securities Co.
Memasarkan produk bermerek lokal, pabrikan menargetkan jualan 180.000 unit pada tahun ini. Sementara itu, target penjualan total SAIC dengan mitra GM dan VW mencapai 3 juta unit pada tahun ini. Artinya, komposisi penjualan masih sangat minim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang