JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah mengalahkan Simon Santoso di perempatfinal Djarum Indonesia Open, Jumat (25/6/2010), Taufik Hidayat memberi nasehat kepada pemain pelatnas Cipayung tersebut.
Taufik menilai Simon memiliki kelemahan yang kemungkinan berdampak buruk apabila tidak bisa diperbaiki. Dalam duel ketat berdurasai satu jam empat menit ini, Simon sempat mencuri kemenangan di game kedua. Namun sayang, pengalaman tetap menjadi faktor penentu dalam perang saudara ini.
"Dari hasil pertandingan rubber game ini memang bisa kelihatan Simon sebagai pemain muda cenderung terburu-buru. Konsentrasinya tidak bisa tahan sampai game ketiga, sehingga banyak kesempatan lewat bola-bola yang seharusnya mudah justru ngawur pengembaliannya," papar Taufik.
Ayah dua anak ini melanjutkan, "Selain itu mental bermain di lapangan Simon juga masih tidak stabil terutama apabila ada tekanan. Padahal Simon itu berpotensi, dan akan menjadi harapan Indonesia di masa depan." "Saya harap Simon bisa lebih tenang dalam bertanding dan bisa lebih maju ke depannya," tandas Taufik.
Sementara Taufik mengatakan keberhasilannya lolos ke semifinal merupakan pembuktian dirinya masih bsia bersaing. "Ini sekaligus pembuktian kepada orang-orang yang sering meminta saya mundur," kata Taufik yang baru saja memperoleh seorang putera.
Taufik mengaku tidak ingin menganggap remeh lawannya di semifinal, Nguyen Tien Minh. "Jangan dilihat karena dia dari Vietnam. Kalau bisa lolos ke semifinal, berarti dia pemain yang bagus."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang