Indonesia open super series

Nasehat Taufik Kepada Simon

Kompas.com - 25/06/2010, 19:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah mengalahkan Simon Santoso di perempatfinal Djarum Indonesia Open, Jumat (25/6/2010),  Taufik Hidayat  memberi nasehat kepada pemain pelatnas Cipayung tersebut.

Taufik menilai Simon memiliki kelemahan yang kemungkinan berdampak buruk apabila tidak bisa diperbaiki. Dalam duel ketat berdurasai satu jam empat menit ini, Simon sempat mencuri kemenangan di game kedua. Namun sayang, pengalaman tetap menjadi faktor penentu dalam perang saudara ini.

"Dari hasil pertandingan rubber game ini memang bisa kelihatan Simon sebagai pemain muda cenderung terburu-buru. Konsentrasinya tidak bisa tahan sampai game ketiga, sehingga banyak kesempatan lewat bola-bola yang seharusnya mudah justru ngawur pengembaliannya," papar Taufik.

Ayah dua anak ini melanjutkan, "Selain itu mental bermain di lapangan Simon juga masih tidak stabil terutama apabila ada tekanan. Padahal Simon itu berpotensi, dan akan menjadi harapan Indonesia di masa depan." "Saya harap Simon bisa lebih tenang dalam bertanding dan bisa lebih maju ke depannya," tandas Taufik. 

Sementara Taufik mengatakan keberhasilannya lolos ke semifinal merupakan pembuktian dirinya masih bsia bersaing. "Ini sekaligus pembuktian kepada orang-orang yang sering meminta saya mundur," kata Taufik yang baru saja memperoleh seorang putera.

Taufik mengaku tidak ingin menganggap remeh lawannya di semifinal, Nguyen Tien Minh. "Jangan dilihat karena dia dari Vietnam. Kalau bisa lolos ke semifinal, berarti dia pemain yang bagus."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau