Pemilu 2014

2014, Belum Waktunya TNI 'Nyontreng'

Kompas.com - 26/06/2010, 10:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi I DPR asal Fraksi PDI Perjuangan, Sidarto Danusubroto, mengatakan, fraksinya menolak pemulihan hak pilih TNI, terutama pada Pemilu 2014. Ia berpandangan, sebagai warga negara, anggota TNI memang memilih hak memilih. Namun, kultur komando yang sangat kental dikhawatirkan akan menimbulkan masalah dalam proses demokrasi.

"Untuk tahun 2014 belum waktunya karena kondisi demokrasi kita masih prosedural, belum substansial," kata Sidarto pada diskusi Radio Trijaya "Jika TNI Memiliki Hak Pilih", Sabtu (26/6/2010) di Jakarta.

Ia mencontohkan, pada masa lalu, mayoritas pemilih di lingkungan asrama TNI/Polri memilih partai tertentu. "Ini karena dipengaruhi kultur komando," ujarnya.

Menurutnya, anggota TNI bisa diberikan hak pilih jika demokrasi Indonesia sudah mapan. "Kalau sekarang, apa anggota TNI siap untuk tunduk pada peraturan umum? Siap untuk tunduk pada sistem peradilan umum?" kata Sidarto.

Sementara itu, Sosiolog Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tomagola, mengungkapkan, untuk memulihkan hak politik anggota TNI, perlu mempertimbangkan sisi psikososial politik masyarakat. Saat ini dinilai bukan waktu yang tepat untuk mengembalikan hak tersebut.

"Masyarakat yang menjadi korban belum terobati dari trauma tahun 1998, bagaimana penculikan oleh TNI saat itu, dan tindakan lainnya. Kita hidup di tiga dimensi, masa lalu, masa kini, masa mendatang. Beban masa lampau belum sembuh," ujarnya.

Permasalahan itu menurutnya harus diselesaikan oleh TNI sendiri. "Harus ada pertanggungjawaban para jenderal dan dibentuk komisi rekonsiliasi. Selama masyarakat masih trauma dengan segala macam tindakan TNI pada masa lalu, memulihkan hak pilih TNI akan susah," ucap Tamrin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau