Piala dunia

Xabi Alonso Cedera

Kompas.com - 28/06/2010, 03:40 WIB

PRETORIA, SABTU - Hantu cedera membayangi mantan juara Eropa, Spanyol, pada pertarungan babak 16 besar Piala Dunia 2010. Cedera kaki gelandang Spanyol, Xabi Alonso, saat melawan Cile menjadi ancaman serius pada laga mereka dengan Portugal, Rabu (30/6) mendatang di Cape Town.

Xabi Alonso, yang berpasangan dengan Sergio Busquets sebagai pemain tengah, tiba-tiba memegangi kaki kanannya pada menit ke-73. Ia mengalami keseleo dan harus digantikan Javi Martinez.

”Kami ragu (Alonso) dapat bermain pada Rabu mendatang,” kata Pelatih Spanyol Vicente del Bosque kepada sebuah situs federasi sepak bola Spanyol, Sabtu (26/6) di Pretoria.

Karena dipastikan Alonso tidak sembuh hingga Rabu saat melawan Portugal, Del Bosque akhirnya menunjuk Martinez untuk menggantikan posisi Alonso. Menurut Del Bosque, pemain nomor 21 itu akan menjadi pemain kunci Spanyol dalam beberapa tahun ke depan. ”Saya akan tampil maksimal semampu saya,” kata Martinez.

Martinez terpilih di antara pemain andal lainnya, seperti Cesc Fabregas dan David Silva. Pemain belakang Spanyol, Raul Albiol juga mengalami cedera. Namun, Albiol diberitakan dapat sembuh sebelum pesta sepak bola dunia ini berakhir.

Kasus cedera juga dialami pemain andalan Ghana, Kevin Boateng dan Andre Ayew. Bahkan,   bek Ghana, Johnathan Mensah, dipastikan tidak tampil pada pertandingan melawan Uruguay setelah menerima kartu kuning kedua ketika melawan Amerika Serikat, Minggu (27/6).

”Ini akan menjadi masalah pada pertandingan melawan Uruguay. Namun, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyiapkan diri,” kata Pelatih Ghana Milovan Rajevac.

Rajevac ditunjuk sebagai Pelatih Ghana pada tahun 2008 meski tak punya latar belakang melatih klub besar atau pengalaman internasional. Dia adalah mantan bek Yugoslavia dan pernah bermain pada final Piala UEFA tahun 1979 di klub Red Star Belgrade.

Rajevac merupakan Pelatih Ghana kedelapan dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Dia pernah membawa klub ”kelas teri” Vojvodina dan Borac ke kejuaraan Piala UEFA.

Tim Afrika pertama

Meski dengan kondisi skuad yang tak sempurna, Ghana menyatakan siap menjadi tim kelahiran benua Afrika yang akan lolos ke babak semifinal. Ghana menjadi harapan terakhir dari enam tim sepak bola asal Afrika yang turut memeriahkan ajang Piala Dunia 2010.

Keberhasilan Ghana menjadi catatan sejarah ketiga kalinya di mana tim asal Afrika berhasil lolos hingga ke babak perempat final. Keberhasilan Afrika pertama kali terwujud tahun 1990 saat Kamerun lolos ke perempat final dan tahun 2002 ketika Senegal mengulangi prestasi yang sama.

Tim asuhan Rajevac ini membuat AS tertegun setelah ditundukkan 2-1 pada detik-detik perpanjangan waktu. Skuad ”Bintang Hitam” ini akhirnya lolos ke perempat final dan akan menghadapi juara dunia dua kali, Uruguay, Sabtu (3/7).

”Ghana kini menjadi salah satu di antara delapan tim terbaik di dunia. Ini menakjubkan,” kata Rajevac.

Ketangguhan Ghana diakui Pelatih AS Bob Bradley. Menurut Bradley, Ghana adalah tim yang punya talenta. ”Milovan Rajevac mampu mengorganisasi tim ini dengan baik,” tuturnya.

Pemain Ghana, Kevin Prince Boateng, berhasil melesakkan gol ke gawang AS pada babak pertama menit kelima.     Gol Kevin Boateng tersebut dibalas AS melalui tendangan Landon Donovan pada babak kedua menit ke-62. Ghana akhirnya bisa memanfaatkan masa perpanjangan waktu lewat Asamoah Gyan pada menit ke-93. (Reuters/AFP/ABK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau