Piala dunia

Henry: "Ayam Jago" Memang Sakit

Kompas.com - 28/06/2010, 06:56 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Penyerang Perancis, Thierry Henry, mengungkapkan, timnya memang datang ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan (Afsel) dalam keadaan terpecah-belah. Ia sendiri mengaku merasa diasingkan selama berkumpul bersama skuad "Ayam Jago".

Di Piala Dunia ini, Perancis gagal menembus 16 besar, setelah hanya finis di posisi ketiga klasemen Grup A. Tercatat, mereka cuma mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan.

Salah satu penyebab buruknya performa Perancis adalah konflik antara penyerang Nicolas Anelka dan Pelatih Raymond Domenech, yang membuat Anelka terpaksa dipulangkan sebelum Perancis melakoni laga terakhir melawan Afrika Selatan.

Henry mengaku tak mengetahui seberapa besar dampak pengusiran Anelka kepada tim. Yang jelas, menurutnya, bibit-bibit perpecahan sudah muncul sebelum tim berangkat ke Afsel.

"Aku biasanya menjadi saudara tua, tetapi sekarang tak begitu. Aku merasa terasingkan dan pada poin tertentu, Anda merasa harga diri Anda terpukul. Aku merasa terisolasi, tak masalah oleh siapa. Mereka tak bicara kepadaku seperti dulu. Sebelumnya, mereka bicara kepadaku lebih banyak. Namun, ketika Anda tak memiliki kredibilitas di tim, keadaan menjadi sulit," ungkap Henry.

"Aku tak tahu apakah masalah Anelka adalah pemicunya. Di skuad kami ada penyakit. Namun, aku tak berpikir, Anda bisa bicara tentang kelompok. Aku bisa katakan bahwa aku tak pernah melihat perkelahian. Aku tak melihat siapa pun menekan yang lain."

"Alasan utama masalah adalah karena kami tak bermain bagus. Sayangnya, kami masuk pada perdebatan, menciptakan cerita. Kami seharusnya tak melihat ke arah lain."

"Kami tak cukup bagus. Ketika tim menang, segalanya bisa terjadi. Ketika sebuah tim menang, segalanya bisa terjadi. Ketika muncul kekalahan, keraguan datang dan cerita mulai diciptakan," paparnya.

Selama Piala Dunia itu, Henry sendiri cuma dua kali dimainkan, itu pun sebagai pengganti. (GUA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau