Penanggulangan ledakan tabung gas

Tim 'Tabung Gas' di Bawah Menko Kesra

Kompas.com - 28/06/2010, 12:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Surat keputusan (SK) pembentukan tim penanggulangan ledakan tabung gas akan segera keluar. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, prosesnya tinggal selangkah lagi. Tim ini merupakan respons pemerintah akan maraknya persoalan ledakan tabung gas 3 kg di tengah-tengah masyarakat.

Sekretaris Menko Kesra Indroyono Soesilo mengatakan, tim ini akan dikoordinasi oleh Menko Kesra. Tim yang terdiri dari sejumlah kementerian lintas sektoral ini juga sudah mulai berkoordinasi. "Tim nantinya akan memiliki tiga tugas, yaitu mengoordinir, mensikronisasi, dan mengendalikan penanganan ledakan tabung gas," tuturnya di Kantor Kementerian, Senin (28/6/2010).

Di hulu, Pertamina yang bertugas mengisi bahan bakar harus menjaga agar pengisian tidak bocor dan mengganti tabung yang rusak. Pertamina juga harus menambah zat kimia khusus untuk menambah bau menyengat pada gas. Oleh karena itu, ledakan akan menjadi tanggung jawab Pertamina.

Proses selanjutnya, pemasangan selang merupakan ranah industri. Kementerian Perindustrian mengambil peran di dalamnya untuk memastikan selang dan pemasangannya sudah sesuai SNI.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan dan Polri akan melakukan pemantauan di pasar. Kementerian Negara PP dan PA serta Kemennaker akan berkoordinasi dalam sosialisasi kepada masyarakat untuk pencegahan. "Sosialisasi harus digencarkan. Dari kajian tim, kecelakaan terbanyak itu selang karet. Bukan dari tabung," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau