Piala dunia 2010

Maradona: Kasihan Inggris

Kompas.com - 28/06/2010, 15:44 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com Pelatih Argentina Diego, Armando Maradona, mengutarakan simpatinya terhadap nasib Inggris di Piala Dunia. Ia mengaku sedih karena "The Three Lions" harus tersingkir dengan cara yang menyakitkan.

Inggris di luar dugaan dibantai Jerman dengan skor 1-4 pada 27 Juni lalu. Yang paling menyakitkan adalah dianulirnya gol Frank Lampard oleh hakim garis. Padahal, dari tayangan ulang televisi terlihat dengan jelas bahwa bola sudah melewati garis gawang.

Jika saja gol itu disahkan, maka jalannya pertandingan tentu akan berubah. Sayangnya, gol itu dianulir dan semangat pemain-pemain "Tiga Singa" langsung anjlok.

"Kita melihat gol Inggris dianulir dan Anda tahu saya bukanlah penggemar mereka. Namun, kedudukan di pertandingan itu seharusnya menjadi 2-2. Pertandingan itu bisa saja memasuki perpanjangan waktu," kata Maradona, yang pernah membuat gol "tangan Tuhan" ke gawang Inggris 24 tahun lalu.

"Kesalahan kadang terjadi. Tapi Inggris dan Jerman bermain baik. Itu adalah pertandingan terbuka dan mereka tidak bermain dengan kasar," lanjutnya.

Bagi Inggris, kegagalan ini tentu menjadi pukulan telak. Sebelum Piala Dunia dimulai, "Tiga Singa" digadang-gadang akan berjaya dengan pemain-pemain dari "Generasi Emas", seperti Rio Ferdinand, John Terry, Frank Lampard, Steven Gerrard, dan Wayne Rooney.

Namun, masalah datang dimulai dari cederanya Ferdinand sampai mandulnya Rooney. Kontrak Fabio Capello sebagai manajer pun saat ini terancam tidak diperpanjang. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau