Listrik

DPD Minta Kenaikan TDL Ditunda

Kompas.com - 28/06/2010, 17:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Daerah meminta agar pemerintah menunda kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen yang akan efektif per 1 Juli mendatang.

Wakil Ketua DPD Ratu Hemas mengatakan, kenaikan itu akan membebani masyarakat, terutama menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri. "DPD ingin mendukung penundaan kenaikan TDL per 1 Juli. Dan kenaikan TDL dilakukan setelah berlalunya hari raya Idul Fitri. Sebab bagi UMKM, kenaikannya cukup tinggi sehingga akan terasa sekali," kata Ratu, dalam jumpa pers di Gedung DPD, Jakarta, Senin (28/6/2010).

Sikap ini merupakan hasil rapat pimpinan DPD dengan para pimpinan Komiter I, II, III, dan IV. Hemas menambahkan, pemerintah juga hendaknya melakukan evaluasi terhadap pasokan gas bagi PLN. "Jika tidak, maka pemerintah sama saja melakukan pembiaran terhadap apa yang dilakukan PLN. Perlu dihitung lagi," ujarnya.

Ketua Komite II DPD yang membidangi energi dan sumber daya alam, Bambang Susilo, mengatakan, penundaan itu untuk lebih menajamkan masukan dari masyarakat atas rencana tersebut.

Untuk menjaring aspirasi masyarakat di semua provinsi, DPD sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh anggotanya untuk mengadakan rapat kerja dengan pemerintah provinsi daerah yang ia wakili mengenai kenaikan TDL.

Rencananya, rapat kerja akan dilakukan pada tanggal 7 Juli mendatang. "Kami sudah membuat imbauan kepada anggota DPD di seluruh Indonesia bahwa tanggal 7 Juli 2010 akan diadakan pertemuan dengan gubernur, bupati, dan wali kota serta PLN setempat untuk menyerap aspirasi masyarakat," terang Bambang.

Hasil penyerapan aspirasi ini akan dibawa pada Sidang Paripurna DPD pascareses pada 13 Juli mendatang. Oleh karena itulah, DPD meminta penundaan. Wakil Ketua DPD Laode Ida menambahkan, kenaikan TDL akan dirasakan terutama oleh masyarakat di daerah yang kondisinya berbeda-beda. "Di daerah itu masih banyak keluhan sering mati listrik, tiba-tiba sudah dinaikkan. Jadi, kita tunggu masukannya seperti apa dan solusinya seperti apa," ujar Laode.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau