"Rekening Gendut Perwira Polisi" Ludes

Kompas.com - 28/06/2010, 18:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Majalah Tempo edisi terbaru bertajuk "Rekening Gendut Perwira Polisi" yang terbit hari ini mendadak ludes di pasaran. Majalah bergambar kartun polisi itu tidak ditemukan beredar seperti biasanya.

Menurut salah seorang agen koran dan majalah di Sentra Bursa Media, Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, majalah Tempo yang biasa disetor ke lapaknya tiap Senin subuh ludes diborong oleh sekelompok orang yang diduga polisi. "Sudah habis semua, Mas. Udah enggak ada," ujar pedagang yang menolak disebut namanya itu kepada Kompas.com, Senin (28/6/2010).

Pedagang berusia sekitar 30-an itu awalnya enggan membeberkan secara rinci siapa pemborong majalah Tempo itu. Dia mengatakan agak takut-takut karena pemborong tersebut tampak seperti polisi. "Kalau enggak salah ada empat orang. Pakai baju biasa sih, tapi kayak polisi kalau dilihat dari perawakan dan pembawaannya," ujarnya lebih lanjut.

Dia menuturkan, empat orang tersebut datang pagi-pagi sekali dan langsung memborong semua majalah Tempo yang ada di semua lapak agen di Sentra Bursa Media. Semua majalah Tempo itu lantas dibawa menggunakan sebuah mobil berjenis sedan. "Pokoknya pagi-pagi banget. Majalahnya juga baru ditaruh di meja terus langsung diborong," katanya.

Pengamatan Kompas.com, di kawasan Sentra Bursa Media terdapat tiga lapak agen. Menurut pedagang tersebut, tiap lapak agen minimal mengambil 250 majalah Tempo tiap terbit. "Semuanya diborong. Ya berarti ada kali sekitar 750 (majalah) yang diborong," kata dia.

Pedagang itu mengaku menerima borongan itu lantaran ditawar dengan harga tinggi. Meski enggan merinci berapa total semua harga majalah Tempo yang diborong oleh terduga oknum polisi itu, dia mengatakan bahwa harganya jauh di atas harga normal. "Pokoknya dia bayar lebih dari harga biasanya," tuturnya.

Hal serupa dikatakan oleh agen lainnya di lokasi yang sama. Namun, ia enggan berterus terang soal pemborong tersebut. "Pokoknya habis, Mas. Enggak tahu siapa," katanya.

Menurut penuturan pedagang lainnya, siang tadi juga sempat datang seorang polisi berseragam lengkap yang hendak membeli majalah serupa. Selain berseragam lengkap, polisi tersebut datang dengan menggunakan sebuah mobil sedan polisi. "Tapi enggak dapat. Cuma nanya aja, masih ada enggak? Ya sudah habis," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau