Susutkan Perut Lebih Cepat

Kompas.com - 28/06/2010, 21:57 WIB

KOMPAS.com - Anda sudah mulai rutin berolahraga, berat badan pun perlahan mulai turun, tetapi kenapa ya, lemak di perut masih bertahan? Enggak asyik dong, kalau badan langsing tetapi perutnya buncit?

Mungkin, Anda melewatkan beberapa hal yang membuat tubuh Anda tidak membentuk dengan sempurna, khususnya di bagian perut. Sebab, untuk mengecilkan perut tidak cukup hanya dengan sit-up dan latihan kardio saja.

Menurut Jillian Michaels, salah satu pelatih kebugaran dari acara The Biggest Loser, ada lima hal lagi yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan lemak perut.

1. Mengatur berat air. Maksudnya, Anda perlu mengurangi asupan garam hingga 1.500 mg per hari, dan meningkatkan asupan air hingga 2,3 liter sehari. Semakin banyak Anda minum, semakin sedikit Anda menahan air.
       
2. Konsumsi makanan yang mengandung potasium (seperti semangka). Makanan yang kadar potasiumnya tinggi akan membantu Anda mengurangi rasa kembung, sehingga perut Anda lebih berbentuk (tidak buncit). Anda juga bisa membuat jus cranberry yang dicampur dengan air, teh dandelion, asparagus, dan coba dua sendok makan cuka sari apel tiap hari. Cuka juga membantu menjaga kadar potasium yang normal pada tubuh.
       
3. Lakukan hal lain untuk membakar lemak tubuh. Caranya dengan membiasakan diri untuk menghitung kalori setiap kali makan, sehingga Anda bisa membakar kelebihan lemak tubuh.
       
4. Maksimalkan kemampuan Anda saat berlatih di gym. Saat menjalani latihan yang telah diatur oleh pelatih Anda, jangan langsung menyerah atau merasa tidak mampu melakukannya. Usahakan 85 persen dari detak jantung maksimum Anda berfungsi selama latihan, supaya mendapatkan pembakaran lemak yang optimal. Lakukan latihan yang berkonsentrasi pada otot-otot pusat, dan gunakan kelompok otot ganda, seperti kombinasi bela diri atau yoga.
       
5. Hindari makanan yang telah diproses, alkohol, dan kurang istirahat. Tidur adalah aktivitas yang menenangkan, dan menyenangkan, jadi mengapa Anda selalu menunda-nundanya? Kurang tidur, ditambah dua hal sebelumnya, akan meningkatkan kadar kortisol (hormon stres), yang merupakan satu dari hormon-hormon yang diyakini menyebabkan penyimpanan lemak di perut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau