Federer: Tenis tak Perlu "Mata Elang"!

Kompas.com - 29/06/2010, 00:12 WIB

LONDON, Kompas.com - Kontroversi "gol" di Piala Dunia ikut menjadi perhatian Roger Federer. Petenis nomor dua dunia tersebut mengatakan, sepak bola seharusnya menggunakan teknologi seperti yang ada di tenis, dan sebaliknya, tenis tidak perlu memakai sistem "HawkEye".

Sebenarnya, teknologi "mata elang" ini bermanfaat untuk membantu kinerja wasit dalam mengambil keputusan, terutama mengenai terjadinya gol atau tidak, seperti saat duel Inggris vs Jerman. Dalam pertandingan perdelapan final Piala Dunia 2010 tersebut, Minggu (27/6/10), Inggris merasa dirugikan akibat tendangan Frank Lampard yang tidak disahkan menjadi gol. Padahal dari hasil tayangan ulang, jelas terlihat bahwa bola sudah melewati garis gawang saat memantul dari mistar.

Kontroversi di akhir babak pertama tersebut yang dinilai ikut memengaruhi moral tim. Alhasil, Inggris akhirnya gagal menyamakan skor dan mereka kemudian kalah dengan skor mencolok, 1-4, dan tersingkir dari turnamen yang berlangsung di Afrika Selatan ini.

Di tenis, sistem HawkEye dipakai untuk memutuskan apakah bola mendarat di lapangan permainan atau tidak. Teknologi itu pertama kali digunakan di Wimbledon, pada tahun 2007. Tetapi, presiden FIFA Sepp Blatter--yang juga kompatriot Federer dari Swiss--tak mau menggunakan sistem tersebut di sepak bola.

Federer, yang sudah lama mengkritik sisten HawkEye di tenis, mengatakan bahwa teknologi tersebut justru lebih bagus digunakan di sepak bola. Sebab, keputusan yang kontroversial akan sangat memengaruhi sebuah tim.

"Kami menggunakan sistem elektronik garis meskipun kami tak memerlukannya," ujar Federer, yang baru saja melangkah ke perempat final grand slam Wimbledon, berkat kemenangan atas pemain Austria Juergen Melzer, Senin (28/6/10).

"Mereka (sepak bola) seharusnya yang menggunakan, tetapi malah tidak. Sebuah pukulan forehand yang menyusur garis tidak mengubah hasil pertandingan; tetapi satu gol mengubah semangat tim, dan strategi."

Federer mengatakan, tenis sudah mempunyai hakim garis, yang bertugas mengawasi apakah bola masuk atau tidak. Karena itu, HawkEye tidak diperlukan.

"Mereka (hakim garis) duduk di sana, tidak bergerak. Mereka hanya memperhatikan garis. Itu tentu saja sangat sederhana. Sedangkan gol, sangat berpengaruh terhadap pertandingan 90 menit. Itu mengubah semuanya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau