GAZA, KOMPAS.com - Serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya satu anggota kelompok Palestina dan melukai dua orang lain, Senin (28/6/2010), kata beberapa petugas medis. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan, sebuah pesawat militer "menyerang seorang Palestina yang menembakkan sebuah granat roket ke arah pasukan" yang menghantam wilayah Israel. Media Israel mengatakan, sebuah bom mortir juga ditembakkan dari Gaza ke Israel, namun tidak ada yang terluka. "Hantaman langsung diidentifikasi" dalam serangan Israel tersebut, kata juru bicara militer itu. Tidak ada korban yang dilaporkan akibat serangan granat yang menyulut serangan udara itu. Israel berulang kali melancarkan serangan udara ke wilayah Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, dengan sasaran kelompok Palestina yang dituduh menembakkan roket ke negara Yahudi tersebut. Beberapa petugas medis mengatakan, serangan terakhir Israel itu dilakukan di dekat kamp pengungsi Jebalya di Gaza utara, dan korban yang tewas adalah pejuang dari kelompok Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina. Salah seorang dari dua korban yang terluka berada dalam kondisi serius, kata mereka. Dua orang tewas dalam serangan udara di Gaza pada Jumat, ketika Israel menyerang terowongan-terowongan di perbatasan dengan Mesir yang dituduhnya digunakan oleh gerilyawan untuk menyelundupkan senjata. Sekitar 100 roket dan mortir menghantam Israel sejak awal tahun ini, kata militer. Jumlah serangan dari Gaza berkurang secara berarti sejak Israel meluncurkan perang di wilayah kantung pesisir yang dikuasai Hamas itu pada akhir 2008 dalam upaya menghentikan penembakan roket yang hampir setiap hari. Hamas hingga kini masih terlibat dalam konflik dengan Israel, yang menarik diri dari wilayah pesisir Jalur Gaza pada 2005 namun tetap memblokadenya. Perang di dan sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember 2008. Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia. Pasukan Israel juga berulang kali mengebom daerah perbatasan Gaza dengan Mesir sejak mereka memulai ofensif pada 27 Desember 2008 dalam upaya menghancurkan terowongan-terowongan penyelundup yang menghubungkan wilayah miskin Palestina itu dengan Mesir. Angkatan Udara Israel mengebom lebih dari 40 terowongan yang menghubungkan wilayah Jalur Gaza yang diblokade dengan gurun Sinai di Mesir pada saat ofensif itu dimulai. Terowongan-terowongan yang melintasi perbatasan itu digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata ke wilayah Jalur Gaza yang terputus dari dunia luar karena blokade Israel sejak Hamas menguasainya pada 2007. Operasi "Cast Lead" Israel itu, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang Palestina yang mencakup ratusan warga sipil dan menghancurkan sejumlah besar daerah di jalur pesisir tersebut, diklaim bertujuan mengakhiri penembakan roket dari Gaza. Tiga-belas warga Israel tewas selama perang itu. Proses perdamaian Timur Tengah macet sejak konflik itu, dan Jalur Gaza yang dikuasai Hamas masih tetap diblokade oleh Israel. Jalur Gaza, kawasan pesisir yang padat penduduk, diblokade oleh Israel dan Mesir setelah Hamas berkuasa hampir tiga tahun lalu. Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang