JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menegaskan, tidak ada perintah dari pihaknya untuk memborong majalah Tempo edisi 18/39 yang beredar kemarin. Dalam edisi itu, majalah Tempo mengulas soal rekening mencurigakan para perwira Polri yang diberi judul "Rekening Gendut Perwira Polisi".
"Enggak ada perintah," ucap Edward saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/6/2010), ketika dikonfirmasi perihal dugaan adanya oknum polisi yang memborong majalah tersebut.
Edward enggan menanggapi pernyataan para pedagang koran atau majalah di beberapa lokasi yang mengungkapkan bahwa dagangannya diborong oleh orang berpakaian polisi. "Siapa yang borong? Kalau tidak jelas, ngapain ditanggapi," lontar dia.
"Kalau jelas anggota Polri yang borong, siapa namanya? Foto dia. Enggak ada urusan borong-borong itu," tambah Edward.
Seperti diberitakan, majalah dengan cover bergambar kartun seseorang yang berseragam coklat sedang menggiring tiga celengan babi berwarna merah jambu dengan tali police line tiba-tiba sulit diperoleh di pasaran. Edisi kali ini ada enam nama jenderal dan beberapa perwira menengah yang diduga punya aliran dana mencurigakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang