Setelah dibobol jerman

Hotel Tim Inggris Pun Dibobol Maling

Kompas.com - 29/06/2010, 10:39 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Maling tenyata tidak mengenal tempat, termasuk di Afrika Selatan, sebagai penyelenggara hajatan Piala Dunia.

Tim Inggris, yang dihancurkan Jerman, dikabarkan kecurian, setelah Hotel Royal Marang yang menjadi bagian dari tempat latihan dibobol maling.

"Ada sekitar empat orang pria dan satu wanita yang ditangkap karena diduga mencuri uang dan barang dari kamar hotel tim Inggris," kata Mthunzi Mhaga, pejabat keamanan Afrika Selatan, Senin (28/6/2010).

Menurut Mhaga, insiden tersebut dilaporkan pihak hotel, Sabtu. "Kelima orang yang diduga melakukan pencurian itu ditahan. Mereka dianggap bersalah dan dihukum peradilan khusus Piala Dunia," kata Mhaga.

Para pencuri ini terancam hukuman lima tahun penjara atau denda sekitar 6.000 rands (791,5 dollar AS).

Pemerintah Afrika Selatan telah mempersiapkan 56 peradilan khusus, yang berhubungan dengan kasus yang dialami para penonton di Piala Dunia.

Menurut Mhaga, kelima pencuri tersebut masih tercatat sebagai karyawan Hotel Royal Marang, tempat tinggal tim Inggris, dekat Rustenburg, sekitar 150 km barat daya Johannesburg.

Polisi mengatakan, mereka menemukan beberapa barang termasuk medali emas FIFA, uang pound, kaus, dan beberapa barang berharga lainnya yang dinilai berharga sekitar 80.000 rands (10.550 dollar AS).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau