Kontroversi andi nurpati

Andi Salahkan Faktor Eksternal

Kompas.com - 29/06/2010, 19:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati, pada sidang Dewan Kehormatan KPU, mengatakan ada faktor-faktor psikologis yang menyebabkan dirinya hijrah ke partai politik. Faktor tersebut adalah rancangan perubahan UU No 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu yang mempersingkat masa bakti anggota KPU dari tahun 2013 menjadi tahun 2011, serta kesimpulan rapat kerja dan rapat dengar pendapat antara Komisi II dengan KPU dan Bawaslu pada 31 Mei 2010 soal pembentukan DK KPU pada 15 Juni 2010.

"Saya memahami ada orang-orang yang tidak menghendaki saya di KPU. Jadi, kenapa saya harus memaksakan diri? Padahal, saya bercita-cita berada di lembaga KPU sampai masa bakti selesai," kilah Andi di hadapan seluruh peserta sidang DK KPU, Selasa (29/6/2010).

Sidang DK KPU yang berlangsung hampir tiga jam dipimpin mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie dan beranggotakan Komaruddin Hidayat, Endang Soelastri, Syamsulbahri, dan Abdul Hafidz Anshary.

Dikatakan Andi, pada saat itulah pinangan dari Partai Demokrat hinggap pada dirinya. Setelah memikirkan selama dua hari, Andi pun menyatakan kesediaannya. "Timing-nya pas ada yang menawari," tambahnya.

Andi mengaku tidak sependapat jika kepercayaan publik serta-merta melorot akibat hijrah dirinya ke partai politik. Dikatakannya, dirinya tak identik dengan KPU karena masih banyak komisioner KPU lainnya.

Andi juga membantah langkahnya akan diikuti oleh para anggota KPU daerah. Alasannya, justru para anggota KPU daerah lah yang terlebih dahulu hijrah ke partai politik. Bahkan, ada yang menjadi CPNS dan mengikuti pemilihan kepala daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau