Rekening mencurigakan

ICW Investigasi Rekening Lain Pati Polri

Kompas.com - 30/06/2010, 09:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Juntho mengatakan, saat ini ICW tengah melakukan verifikasi dan investigasi laporan soal rekening mencurigakan milik belasan pejabat tinggi Polri yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

Laporan ini mengalir ke Kantor ICW setelah lembaga antikorupsi tersebut melaporkan rekening mencurigakan milik salah seorang pati Polri ke KPK dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pada pertengahan bulan Juni lalu. "Waktu verifikasi dan investigasi tergantung dari laporan yang kami terima," ujar Emerson ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (30/6/2010) pagi.

Menurut Emerson, ada yang membutuhkan waktu panjang, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu singkat. Dikatakannya, setelah verifikasi dan investigasi selesai, ICW akan segera melaporkan daftar rekening mencurigakan tersebut ke KPK dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.

Sementara itu, langkah Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ito Sumardi yang langsung melakukan klarifikasi atas rekening mencurigakan sebagaimana yang dilansir Majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010, Emerson menilai hal tersebut tidak fair.

"Polri tidak akan serius menangani hal ini," sambungnya. Jika serius, katanya, Polri seharusnya segera melakukan penyelidikan, seperti yang pernah dilakukan terhadap Vincentius Amin Sutanto, terpidana kasus pencucian uang dan pembobolan rekening PT Asian Agri.

Ada beberapa alasan yang dikemukakan Emerson mengapa Polri tidak akan serius menangani rekening mencurigakan milik pejabat tinggi Polri. Pertama, karena kasus ini melibatkan pejabat tinggi Polri yang tak lain adalah rekan sejawat Ito. Kedua, semangat solidaritas Korps Bhayangkara yang dinilainya masih tinggi. "Menyelidiki kasus ini berarti membuka aib sendiri," ujar Emerson.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau