JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Juntho mengatakan, saat ini ICW tengah melakukan verifikasi dan investigasi laporan soal rekening mencurigakan milik belasan pejabat tinggi Polri yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Laporan ini mengalir ke Kantor ICW setelah lembaga antikorupsi tersebut melaporkan rekening mencurigakan milik salah seorang pati Polri ke KPK dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum pada pertengahan bulan Juni lalu. "Waktu verifikasi dan investigasi tergantung dari laporan yang kami terima," ujar Emerson ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (30/6/2010) pagi.
Menurut Emerson, ada yang membutuhkan waktu panjang, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu singkat. Dikatakannya, setelah verifikasi dan investigasi selesai, ICW akan segera melaporkan daftar rekening mencurigakan tersebut ke KPK dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum.
Sementara itu, langkah Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ito Sumardi yang langsung melakukan klarifikasi atas rekening mencurigakan sebagaimana yang dilansir Majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli 2010, Emerson menilai hal tersebut tidak fair.
"Polri tidak akan serius menangani hal ini," sambungnya. Jika serius, katanya, Polri seharusnya segera melakukan penyelidikan, seperti yang pernah dilakukan terhadap Vincentius Amin Sutanto, terpidana kasus pencucian uang dan pembobolan rekening PT Asian Agri.
Ada beberapa alasan yang dikemukakan Emerson mengapa Polri tidak akan serius menangani rekening mencurigakan milik pejabat tinggi Polri. Pertama, karena kasus ini melibatkan pejabat tinggi Polri yang tak lain adalah rekan sejawat Ito. Kedua, semangat solidaritas Korps Bhayangkara yang dinilainya masih tinggi. "Menyelidiki kasus ini berarti membuka aib sendiri," ujar Emerson.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang