Piala dunia 2010

Heitinga: Inggris "Dibunuh" Pemainnya Sendiri

Kompas.com - 30/06/2010, 20:19 WIB

CAPETOWN, KOMPAS.com — Bek Belanda, Johnny Heitinga, tak memungkiri Inggris memiliki materi pemain yang mumpuni untuk memenangi Piala Dunia 2010. Namun, menurutnya, pemain tersebut terlalu egois sehingga akhirnya "Three Lions" tersingkir dari Afrika Selatan.

Sebelum perhelatan Piala Dunia, Inggris merupakan tim yang difavoritkan meraih gelar juara. Namun, kenyataannya Steven Gerrard dan rekan-rekannya terseok pada babak penyisihan grup. Puncaknya, "Tiga Singa" terpaksa angkat kaki setelah dipermalukan Jerman 1-4 pada perdelapan final.  

Heitinga mengaku terkejut Inggris harus tersisih lebih cepat. Pemain Everton itu menilai, tersingkirnya Inggris tidak terlepas dari faktor pemainnya yang cenderung tampil egois. Inggris, menurutnya, tidak bermain sebagai tim. 

"Sangat mengejutkan bagiku bahwa Inggris tersingkir dengan cepat. Ketika Anda melihat pemain yang mereka miliki, mungkin mereka merupakan tim terbaik di dunia," ungkap bek berusia 26 tahun itu.

"Namun jika Anda menginginkan memenangi gelar bergengsi seperti Piala Dunia, yang paling penting menjadi satu tim yang utuh, bekerja bersama tim, dan berjuang dengan satu sama lain," ucapnya. 

"Tak peduli jika seseorang membuat sebuah kesalahan. Anda harus membantunya dan berjuang satu sama lain. Setiap pemain harus meletakkan egonya dan tampil baik bagi tim. Itu yang kami lakukan. Anda bisa melihat kami (Belanda) selalu bersama dan satu," paparnya. (SKY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau