Piala dunia 2010

Kalah, CR7 'Ngamuk' di Depan Kamera TV

Kompas.com - 30/06/2010, 20:25 WIB

CAPE TOWN, KOMPAS.com Entah apa yang ada di benak kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, saat memutuskan untuk mengamuk di depan kamera TV. Pemain berjuluk CR7 itu tertangkap kamera memberi reaksi kurang menyenangkan saat ditanya komentar perihal kekalahan timnya dari Spanyol.

Seperti yang dilaporkan Soccernet, Ronaldo meludah ke arah kamera dan melanjutkan tindakannya tersebut dengan mengeluarkan kata-kata kurang simpatik. Peristiwa ini terjadi lantaran Ronaldo tak kuat menahan emosinya.

Setelah pertandingan tersebut, seorang reporter mencoba menanyakan komentarnya perihal kekalahan Portugal. Diharapkan memberi jawaban jelas, pemain termahal di dunia ini justru memilih bersikap tak sopan seperti di atas, meski kemudian ia menyuruh sang reporter untuk bicara dengan Pelatih Carlos Queiroz perihal kegagalan "Seleccao" pada Piala Dunia Afrika Selatan 2010.

Sepanjang babak kedua, Ronaldo memang terlihat frustrasi lantaran tak kunjung mencetak gol dan mengubah keadaan. Konon, Ronaldo mengamuk lantaran kecewa dengan strategi yang dimainkan Queiroz. (SCR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau