Investigasi

Polri Resmi Perkarakan Majalah Tempo

Kompas.com - 30/06/2010, 20:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mabes Polri diwakili Divisi Pembinaan dan Hukum Mabes Polri akhirnya resmi memperkarakan Majalah Tempo edisi "Rekening Gendut Perwira Polisi" ke Bareskrim Mabes Polri.

Tuduhannya, menghina institusi Polri sebagaimana diatur pasal 207 dan 208 KUHP. "Sudah dari Divisi Binkum ke Bareskrim dengan terlapor pihak Tempo," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Edward Aritonang, di Mabes Polri, Rabu ( 30/6/2010 ).

Edward mengatakan, dalam laporan belum dicantumkan identitas personal dari pihak majalah Tempo yang menjadi terlapor. Menurut dia, setelah dilakukan penyelidikan akan terlihat siapa yang paling bertanggungjawab di majalah Tempo.

Apa yang membuat Polri merasa terhina?

"Penafsiran kami, personifikasi polisi bergaul dengan babi. Kalau itu sebut perwira menggiring babi, itu seolah-olah menggiring prajuritnya," jawab Edward.

"Tidak ada itu dalam budaya kita celengan babi, yang ada ayam. Ini penafsiran kami, kalian menafsirkan lain silakan. Kalau Pemred (Pemimpin Redaksi) katakan itu hanya kreativitas, saya katakan kalau mereka sering bergaul dengan babi, kenapa kita dilibatkan?" tegas dia.

Dikatakan Edward, Polri mengambil jalur hukum karena majalah Tempo pernah bermasalah dengan Polri terkait sampul dua edisi sebelumnya.

"Majalah Tempo muat berita Kapori pada pusaran mafia batubara. Setelah dicek, nggak ada berita di dalamnya. Buat judul tapi beritanya nggak ada bahwa Kapolri jadi mafia waktu jadi Kapolda Kalsel atau Kabareskrim," ujar dia.

"Kemudian muncul lagi kemarin. Jadi, kami nilai Tempo tidak ada itikad baik. Daripada ada hal-hal yang tidak diinginkan, karena anggota Polri yang 400.000 sudah ada yang bereaksi," tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau